Saturday, August 23, 2014

7 Karakter Komik Superhero Muslim Yang Inspiratif

- 0 komentar
Tak banyak yang tahu, dalam dunia imajinasi komik terdapat karakter-karakter yang beragama Islam. Dan karakter-karakter Muslim ini beraksi tidak hanya mengandalkan kekuatan super mereka saja, namun mereka juga tetap menunjukkan keislaman mereka dalam beraksi menghadapi kekuatan jahat. Dalam dua ikon komik terkenal, yakni Marvel Comic dan DC Comic, ada beberapa karakter komik yang selalu digambarkan taat menjalankan ibadah dan tak segan menunjukkan keislaman mereka. Mereka bahkan tidak maul untuk menunjukkan identitas kemusliman mereka. Mari kita simak kekuatan superhero dan kuatnya keislaman mereka dalam menghadapi kekuatan jahat.

1. Sooraya Qadir a.k.a Dust


Sooraya Qadir, atau yang dikenal dengan nama Dust, adalah seorang mutan perempuan Muslim Sunni kelahiran Afghanistan. Kekuatan mutannya adalah mengubah dirinya menjadi butiran pasir dan menggerakkan partikel-partikel pasir tubuhnya dengan kecepatan tinggi, hingga tahap dapat membuat badai pasir. Sooraya ditolong oleh Wolverine dan Fantomex dari perbudakan. Mereka menyelamatkan Sooraya ketika dia terpisah dari ibunya. Dia kemudian dikirim ke markas X-Corps di India.


Sooraya bergabung dengan sekolah X-Men dan menetap di Xavier Institute for Higher Learning. Ia aktif sebagai anggota New X-Men, kelompok mutan yang terdiri dari pelajar muda dari Xavier Institute. Di X-Mansion ia sekamar dengan Laura Kinney a.k.a X-23. Singkatnya, X-23 adalah clone dari Wolverine, hanya saja clone yang sukses yaitu X-23 lahir dengan jenis kelamin perempuan. Walaupun Sooraya sekamar dengan salah satu perempuan paling berbahaya di dunia, ia tidak canggung menjalankan ibadah di hadapan Laura. Terkadang ia juga berdebat dengan Laura mengenai keimanannya terhadap Tuhan, karena Laura sebagai seorang clone adalah sosok yang ragu dengan keberadaan Tuhan. Sooraya dengan sabar menjelaskan kebiasaannya beribadah, berdoa kepada Allah, dan mengingat orang yang diberikan penjelasan adalah X-23, tentunya ini termasuk tindakan yang berani.
Saat ini Dust memutuskan untuk menetap di Utopia (X-Men yang dipimpin oleh Cyclops), di sini ia bergabung dan berlatih bersama X-Men Street Team.

2. Faizza Husain a.k.a Excalibur

Faiza Hussain adalah seorang dokter yang bekerja di ruang gawat darurat rumah sakit London. Saat terjadi invasi Skrull, ia terkena laser yang memberinya kekuatan untuk membongkar organ tubuh tanpa membunuh orang tersebut. Kekuatan ini sangat membantunya sebagaimana perannya sebagai seorang dokter.
Dalam aksinya, Faiza selalu ingat kepada Allah dan mendoakan perlindungan saat ia berusaha menyelamatkan nyawa orang. Belakangan Faiza terpilih sebagai pemegang Pedang Excalibur, melengkapi para pemegang benda pusaka Merlyn seperti Captain Brittain yang memegang Star Scepter, dan Black Knight yang memegang Ebony Blade.

3. Monet St. Croix a.k.a M
Monet St. Croix lahir di Sarajevo, Bosnia. Ia merupakan anak tertua dari empat bersaudara keluarga jutawan St. Croix. Ia dibesarkan sebagai gadis kaya yang manja dan sombong sebagai anak kesayangan. Seperti ibunya yang beragama Islam, Monet juga dibesarkan sebagai seorang Muslim.

Keempat St. Croix bersaudara ini merupakan mutan, dimana Monet memiliki berbagai kekuatan dari kemampuan tubuh super, healing factor, terbang dengan kecepatan suara, telekinetik, telepati, dan mampu merasakan aura mutan. Ia sempat bermasalah dengan saudaranya Mauris yang menjadi vampir lalu terperangkap dalam mahluk bernama Penance. Monet direkrut Banshee dan Emma Frost dalam tim Generation X. 
Monet selain berjuang dalam diskriminasi mutan, juga berjuang melawan diskriminasi umat Islam. Ia tidak ragu mengakui dirinya sebagai penganut agama Islam. Belakangan ia direkrut dalam tim X-Men bentukan Storm yang seluruhnya beranggotakan perempuan.


4. Monica Chang
Monica Chang adalah kepala Divisi Artificial Intelligence dari S.H.I.E.L.D. Dia bertugas menginterogasi Hank Pym setelah Pym menciptakan virus untuk menghancurkan Ultron, berkembang menjadi kecerdasan buatan sangat ganas yang dikenal sebagai Dimitrios. Bersama dengan Pym, ia mengumpulkan tim untuk memburu Dimitrios setelah dia melakukan beberapa serangan cyber di seluruh dunia. Tim ini dikenal dengan sebutan Avengers A.I.

Doombot juga merupakan anggota dari Avengers A.I. Pada dasarnya Doombot adalah prajurit robot buatan Dr. Doom yang memiliki A.I. berdasarkan Dr. Doom. Walaupun Dr. Doom yang ini ditanamkan protokol untuk patuh pada Pym dan Avengers A.I. lainnya, namun Doombot ini tetap keras kepala dan seangkuh Dr. Doom. Monica Chang pernah menunaikan shalat sebelum menjalankan misi dimana Doombot menunggunya. Doombot mempertanyakan maksud Monica untuk beribadah, karena ia merasa tidak perlu berdoa pada siapa pun. Monica Chang tidak ragu untuk menjelaskan mengapa ia menjalankan ibadah yang diyakininya, padahal “orang” yang dijelaskannya adalah robot yang seangkuh Dr. Doom.

Monica Chang masih memimpin Avengers A.I. yang khusus menangani masalah serangan dan gangguan A.I. di seluruh dunia.

5. Kamala Khan a.k.a Ms. Marvel

Kamala Khan adalah anak bungsu dari dua bersaudara keluarga tradisional Pakistan di New Jersey. Meskipun terikat akar tradisionalnya, Kamala adalah remaja Amerika yang unik. Ingin menjadi dirinya sendiri, tetapi juga masih ingin membuat keluarganya bangga. Selama beberapa tahun, Kamala adalah fans berat superhero terutama Carol Danvers yang kini menjadi Captain Marvel.

Pada sebuah pesta SMA, Kamala memutuskan untuk mencoba berbaur dengan “teman gaul” dimana Kamala menyadari bahwa itu tidak cocok dengannya. Dia meninggalkan pesta tiba-tiba dan dalam perjalanan pulang ia terselimuti oleh Terrigen Mists yang lepas saat event Infinity. Hal ini mengungkapkan bahwa Kamala merupakan keturunan dari Inhumans. Setelah Kamala Khan terbebas dari kepompong Inhuman, ia memiliki kekuatan baru antara lain shapeshifter, healing factor, dan elastisitas.

Walaupun ia terkejut dengan kekuatan barunya, Kamala ingin memanfaatkan kekuatan ini untuk kebaikan. Berlandaskan pengetahuan agamanya yang tertanam dari lingkungan keluarganya, Kamala kini beraksi dengan menggunakan identitas superhero yang ia gemari, yaitu sebagai Ms. Marvel.

6. Simon Baz a.k.a Green Lantern
Simon Baz adalah orang imigran keturunan Lebanon-American yang hidup di Dearborn, Detroit. Setelah masa krisis finansial menimpa Detroit, kota itu menjadi kota yang sering terjadi kriminalitas. Simon dipecat dari pekerjaannya. Karena frustrasi, ia terjerumus ke dunia pencurian kendaraan bermotor. Suatu saat, ia mencuri truk yang salah, karena truk yang ia curi berisi bom yang ditujukan untuk tindakan teroris. Dan tiba-tiba saja, keberaniannya untuk menggagalkan usaha terorisme itu membuat ia dipilih oleh cincin yang biasa dimiliki para penjaga keamanan galaksi. Sejak saat itu, Simon Baz menjadi Green Lantern yang baru.
Selain menjadi Green Lantern, Simon Baz juga pernah menjadi White Lantern. White Lantern dapat membuat cahaya putih yang memiliki kekuatan kehidupan. Tidak banyak orang yang bisa menguasai White Lantern ini, dan kemampuan Simon Baz ini membuat para Green Lantern yakin bahwa Simon Baz bukanlah Green Lantern sembarangan.


7. Bilal Asselah a.k.a Nightrunner


Bilal Asselah, pemuda keturunan Perancis-Aljazair dibesarkan oleh ibu tunggal nya di pinggiran Paris, Perancis. Meskipun hidup damai, pada hari ulang tahun ke-16 Bilal, ia dan temannya Aarif tertangkap di tengah protes Perancis-Muslim, dan dipukuli tanpa ampun oleh kepolisian. Setelah mereka berdua sembuh, Aarif memberi Bilal hadiah berupa lagu musik Leni Urbana, lagu khas Muslim di Perancis. Malam itu Aarif tewas oleh polisi setelah ia membakar sebuah pos polisi. Setelah mendengar kematian temannya, dia menyatakan bersimpati dengan para pemrotes, dan menemukan jati dirinya dalam kelompok atlet parkour di lingkungannya. Dalam rangka untuk membantu perjuangan kaumnya, Bilal memutuskan untuk menjadi jagoan bertopeng yang beraksi di luar hukum, dengan sebutan Nightrunner.

Batman dan Nightwing melihat bakat pada Bilal dan merekrutnya menjadi perwakilan Batman Incorporated di Paris, Perancis. Dengan perbekalan gadget canggih dan pelatihan bela diri, Nightrunner menjadi salah satu keluarga Batman mewakili Perancis.








[Continue reading...]

Friday, August 22, 2014

Jika Anak Bertanya "Allah itu siapa"? Jawablah:...........

- 0 komentar
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe).

Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allah itu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”


Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Jawablah:
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”
Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

Jawablah begini:
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)

[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
[baca juga Melihat Tuhan]

Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?“
Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid (57) : 3

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.

Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.

Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)

[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}

Jawablah begini:
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”

Atau bisa juga beri jawaban:
“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.”

Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?

Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”

Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Jangan jawab begini:

“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip "Allahu Akbar" itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <– Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.

Juga jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.

Jawablah begini:
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]

“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)

وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)

وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)

“Allah sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)

Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”

Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”

“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.”
(Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
[baca juga Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?]

Katakan juga pada anak:

“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

“Kenapa, Bu?”

“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”

Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).

Allahu a’lam.
[Continue reading...]

KH. As'ad Humam, Pencipta Metode Belajar Iqro'

- 0 komentar


Ada yang masih ingat? Buku iqro sewaktu kita kecil, ada cover pengarangnya, siapakah dia? Semoga pahala terus mengalir untuk beliau, karena kita sekarang sudah lancar mengaji. Tahukah siapa beliau? Beliau adalah K.H. As’ad Humam.

Memang tak banyak orang yang mengenal K.H. As’ad Humam. K.H. As’ad Humam lahir pada tahun 1933. Beliau mengalami cacat fisik sejak remaja. Beliau terkena penyakit pengapuran tulang belakang, dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta selama satu setengah tahun. Penyakit inilah yang dikemudian hari membuat As’ad Humam tak mampu bergerak secara leluasa sepanjang hidupnya. Hal ini dikarenakan sekujur tubuhnya mengejang dan sulit untuk dibungkukkan. Dalam keseharian, sholatnya pun harus dilakukan dengan duduk lurus, tanpa bisa melakukan posisi ruku’ ataupun sujud. Bahkan untuk menengok pun harus membalikkan seluruh tubuhnya. Beliau juga bukan seorang akademisi atau kalangan terdidik lulusan Pesantren atau Sekolah Tinggi Islam, beliau hanya lulusan kelas 2 Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta (Setingkat SMP).

Nama asli dari KH As’ad Humam hanyalah As’ad saja, sedangkan nama Humam yang diletakkan dibelakang adalah nama ayahnya, H Humam Siradj. KH As’ad Humam (alm) tinggal di Kampung Selokraman, Kotagede Yogyakarta. Ia adalah anak kedua dari 7 bersaudara. Darah wiraswasta diwariskan benar oleh orang tua mereka, terbukti tak ada satu pun dari mereka yang menjadi Pegawai Negeri Sipil. KH Asad Humam sendiri berprofesi sebagai pedagang imitasi di pasar Bringharjo, kawasan Malioboro Yogyakarta. Profesi ini mengantarnya berkenalan dengan KH Dachlan Salim Zarkasyi. Berawal dari silaturahim ini kemudian KH As’ad Humam mengenal metode Qiroati.

Dari Qiroati ini pula kemudian muncul gagasan-gagasan KH As’ad Humam untuk mengembangkannya supaya lebih mempermudah penerimaan metode ini bagi santri yang belajar Al Quran. Mulailah KH As’ad Humam bereksperimen, dan hasilnya kemudian ia catat, dan ia usulkan kepada KH Dachlan Zarkasyi.

Namun gagasan-gagasan tersebut seringkali ditolak oleh KH Dachlan Salim Zarkasyi, terutama untuk dimasukkan dalam Qiroati, karena menurutnya Qiroati adalah inayah dari Allah sehingga tidak perlu ada perubahan. Hal inilah yang pada akhirnya menjadikan kedua tokoh ”berkonflik”. Sehingga pada akhirnya muncullah gagasan KH As’ad Humam dan Team Tadarus Angkatan Muda Masjid dan Mushalla (Team Tadarus “AMM”) Yogyakarta untuk menyusun sendiri dengan pengembangan penggunaan cara cepat belajar membaca Al-Qur’an melalui metode Iqro. 

K.H. As’ad Humam telah meninggalkan kita untuk selamanya. Pada awal Februari tahun 1996 dalam usia 63 tahun, beliau dipanggil Allah SWT. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada bulan Ramadhan hari Jum’at (2/2) sekitar Pukul 11:30. Jenazah KH. As’ad Humam dishalatkan di mesjid Baiturahman Selokraman Kota Gede Yogya tempat ia mengabdi. Beliau sangat layak disebut sebagai pahlawan bagi kita semua. Meskipun beliau telah meninggal dunia, ilmu yang beliau wariskan menjadi kebaikan bagi beliau yang terus mengalir menambah kebaikan bagi beliau di sisi Allah.


[Continue reading...]

Friday, August 8, 2014

Waktu Subuh Yang Sangat Berbahaya!

- 0 komentar



Allah bersumpah dalam Al Fajr :“Demi fajar (waktu Subuh)”. Kemudian dalam Al Falaq Allah mengingatkan:“Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh”.


Ada apa sebenarnya di balik waktu Subuh?
Mengapa Allah sampai bersumpah demi waktu Subuh?
Dan mengapa pula kita harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh?
Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?


Ya, ternyata waktu Subuh memang benar-benar sangat berbahaya! Waktu Subuh itu lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api. Waktu Subuh bisa lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan. Waktu Subuh bahkan lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin!

Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah kita, dan mengambil paksa semua barang yang kita miliki. Emas dan semua perhiasan dirampas. Uang cash puluhan juta dirampas. Laptop yang berisi data-data penting dirampas. Mobil yang belum lunas cicilan-nya juga dirampas.Nah,bisa dibayangkan bagaimana pedihnya hati kita menerima kenyataan itu?

Tapi ketahuilah, sebenarnya waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu. Sebab jika kita ‘tergilas waktu Subuh’, sehingga melalaikan shalat fajar, maka kita akan menderita kerugian yang jauh lebih besar dari sekadar kehilangan laptop dan mobil. Kita bahkan akan kehilangan dunia dan segala isinya.

Ingat,!!
“Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya,” (HR Muslim).


Waktu Subuh juga bisa lebih menyengsarakan dari sekadar kemiskinan di dunia. Sebab bagi orang-orang yang ‘tergilas waktu Subuh’, sehingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka pada hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja dari pahala shalatnya.


… dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan sholat semalam suntuk” (HR Muslim).




[Continue reading...]
 
Copyright © . Catatan Pikiran Manusia - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger