Tuesday, February 6, 2018

Membandingkan Ali Topan, Lupus Dan Dilan

- 0 komentar
Setiap jaman punya idola masing-masing. Setiap jaman juga selalu mampu menciptakan tokoh idola baru. Entah itu tokoh nyata atau hanya rekaan fiksi belaka. Yang menarik dalam khasanah pengidolaan di Indonesia, mereka didominasi oleh tokoh fiktif. Dan entah kenapa, dalam khasanah pengidolaan khususnya di Indonesia, sebagian besar didominasi oleh tokoh fiktif. Tahun 70-80 an, kita punya Ali Topan milik Teguh Esha, Arjuna yang dimunculkan Yudhistira ANM Masardi, sampai Joki Tobing yang diciptakan Ashadi Siregar. Tahun 90-2000 an Hilman sukses membuat remaja kita mengelu-elukan nama Lupus, yang mencoba diimbangi oleh Roy Boy Harris lewat avonturirnya di Balada Si Roy milik  Gola Gong.

Era milenial juga tak luput dari kemunculan tokoh fiktif yang menjadi idola anak-anak muda. Lihatlah ketika anak-anak muda terpesona dengan religiusitasnya Fahri bin Abdullah Shiddik dalam Ayat-Ayat cinta. Yang berumur lebih muda terbius dengan karakter Boy di sinetron Anak Jalanan. Sampai kemudian muncullah Dilan.

Dari sekian banyak tokoh fiktif yang jadi idola tadi, cuma ada tiga yang mampu menimbulkan histeria dan menciptakan trend tersendiri. Ali Topan, Lupus dan Dilan. Maka membandingkan ketiganya adalah wajar karena sebanding.


dilan,dilan1990,ali topan,lupus,tokoh idola,novel,pidi baiq



Ali Topan, Lupus serta Dilan tercipta dan besar melalui novel yang kemudian mengalami proses ekranisasi (adaptasi buku ke film). Persamaan karakter ketiga tokoh fiksi tersebut yang utama adalah mempunyai tipikal “Bad Boy”. Ali Topan dengan gaya Crossboy dan pemberontak, Lupus yang slengekan, serta Dilan yang digambarkan jadi ketua geng motor. Remaja laki-laki dengan sosok nakal, jahil, urakan, dan suka melanggar peraturan memang seringkali terlihat lebih mencolok dan mampu menghipnotis penggemar daripada yang sekadar patuh dan tunduk. Fahri mungkin perkecualian.

Ali Topan mampu menjadi idola karena penggambaran karakternya yang pas banget mewakili semangat generasi muda di jamannya. Akhir tahun 70an, kota Jakarta yang menjadi latar belakang novel Ali Topan sedang giat-giatnya melakukan pembangunan ikonik seperti Monas dan Pekan Raya Jakarta. Hal ini memunculkan banyak wajah-wajah baru, pembaruan sosial yang baru. Dan diiringi dengan derasnya arus keterbukaan saat itu, remaja Jakarta tak pelak merasa di persimpangan jalan dan mengalami culture shock. Implikasi dari keterkejutan sosial inilah yang kemudian memicu pemberontakan identitas dan semangat crossboy, yang oleh Teguh Esha diartikan sebagai “kebebasan dengan keliaran”.

Remaja Jakarta menemukan semangat crossboy dalam sosok Ali Topan yang digambarkan urakan, tidak betah di rumah, korban broken home, dan cenderung memberontak pada pihak-pihak yang punya kuasa. Lihatlah ketika Ali Topan tidak terima ditegur saat ketahuan merokok di kantin sekolah, atau sikap kalemnya tanpa rasa takut saat diinterogasi polisi karena dianggap melarikan Anna Karenina.

 Begitu pula dengan Lupus. Dia lahir dan besar ketika pemerintahan Orde Baru mencapai masa keemasannya. Lupus, anak rumahan dari kelas menengah sangat pas mewakili dan menggambarkan keadaan saat itu. Karakternya yang santai, humoris, mewakili situasi saat dimana  Orde Baru sudah kelewat mapan sehingga kelas menengah terlena dengan keadaan ekonominya.

Tapi berbeda dengan Ali Topan yang sikap ugal-ugalannya lebih serius, karakter urakan Lupus hanya ditunjukkan pada masalah-masalah sepele seperti sering terlambat sekolah, menghindari razia rambut gondrong, dan kenakalan anak-anak sekolah umumnya. 

Ali Topan dan Lupus, keduanya lahir dan besar tepat di jamannya masing-masing. Tapi tidak untuk Dilan. Tokoh dalam tulisan-tulisan Pidi Baiq ini seolah anomali tersendiri. Dia digambarkan remaja 90an, tapi besar berpuluh tahun kedepan. 

Dilan juga seolah hibrida dari beberapa tokoh fiktif yang pernah jadi idola sebelumnya. Meskipun Pidi Baiq mengklaim Dilan adalah sosok nyata, tapi kesan pencampuran watak itu sangat kentara. Sebagai anak geng motor yang cerdas, karakter ini akan mengingatkan kita dengan Ali Topan. Sementara sifatnya yang selengekan dan sering mengejutkan, membuat pembaca menemukan sosok Lupus di dalam tokoh itu. Disisi lain, gaya bicaranya dengan Ejaan Yang Disempurnakan dan suka baca karya sastra lama mirip dengan Rangga dalam AADC.

Walaupun diciptakan dengan mewakili karakter tahun 90an, Dilan tidak mampu membawa visualisasi jamannya. Hal ini karena Dilan lahir dan besar di tahun yang salah. 

Berbeda dengan Ali Topan dan Lupus, yang bisa membawa situasi jamannya dengan sempurna. Saat membaca ulang Ali Topan atau Lupus, kita yang lahir di era 70-90an seolah terbawa mesin waktu dan kembali ke masa remaja.

Lalu mengapa Dilan bisa menjadi Idola? Faktor utamanya adalah karena Dilan menjual sisi romantisme. Tak heran jika kemudian merebak meme-meme berisi kata-kata rayuan puitis ala Dilanisme. Sesuatu yang digandrungi remaja sekarang, sama halnya ketika mereka terpesona dengan romantisme ala Fahri atau Rangga. Bedakan dengan sisi romantis Ali Topan atau Lupus, yang mendapat porsi kecil. Dua pertiga cerita Ali Topan dan Lupus mengisahkan kehidupan sehari-hari mereka. 

Pengidolaan pada tokoh-tokoh fiksi macam Ali Topan, Lupus dan Dilan pada akhirnya memunculkan sebuah konklusi. Jika ingin mencari tahu anak muda macam apa yang diidamkan bangsa ini, carilah petunjuknya pada karya fiksi yang hadir ditengah-tengah mereka.

sumber: kopibromo

[Continue reading...]

Tuesday, January 30, 2018

Tiga Keistimewaan Gerhana Total Super Blue Moon Kali Ini

- 0 komentar

 
gerhana bulan,gerhana bulan total,gerhana,fenomena gerhana bulan total,gerhana bulan super moon,gerhana bulan blue moon,super blue moon eclipse,gerhana super blue moon
Ilustrasi (space.com)
Hari ini, penyuka Astronomi di Indonesia maupun seluruh dunia sedang menantikan salah satu kejadian yang cukup langka, yakni Gerhana Bulan "Super Blue Moon". Tidak seperti gerhana bulan biasa baik yang parsial maupun yang total, gerhana bulan total di awal tahun 2018 ini punya tiga keistimewaan, sehingga layak untuk dinanti dan diamati oleh penggemar astronomi di seluruh dunia. Apa keistimewaan gerhana bulan total kali ini?
Pertama, ini adalah gerhana bulan total yang  bisa diamati masyarakat awam di Indonesia untuk pertama kalinya sejak gerhana bulan tanggal 28 September 2015. Kita bahkan bisa melihat keseluruhan proses gerhana, dari awal sampai akhir. Berbeda dengan gerhana bulan total pada dua tahun yang lalu. Saat itu, gerhana bulan total tidak bisa diamati di wilayah Indonesia karena puncak gerhana terjadi disaat seluruh wilayah Indonesia sudah masuk waktu pagi hari, bahkan sebagian sudah siang hari. Otomatis bulan pun tak nampak di langit.
Kali ini, tahapan gerhana akan dimulai pukul 18.48 WIB yang ditandai dengan terjadinya gerhana parsial. Sementara puncak gerhana diperkirakan terjadi pada pukul 20.30 WIB. Ini adalah waktu saat banyak masyarakat sedang berkumpul bersama keluarga. Anak-anak pun belum waktunya tidur. Jadi, jangan lupa manfaatkan kejadian alam yang langka ini bersama keluarga dan anak-anak sekaligus memberi edukasi pada mereka sebab terjadinya gerhana. Fenomena gerhana bulan total akan berakhir seluruhnya pukul 22.11 WIB.
Keistimewaan kedua, terjadinya gerhana bulan total bertepatan dengan fenomena Super Moon. Dimana Bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan bumi.  Posisi ini membuat Bulan tampak lebih besar ukurannya 14 persen dan 30 persen lebih terang dari biasanya.
Terakhir, puncak keistimewaan gerhana bulan total kali ini karena bertepatan pula dengan fenomena Blue Moon. Jangan terkecoh dengan istilah yang diartikan Bulan Biru ini. Bukan berarti bulan nanti akan berwarna biru. Bulan purnama dan proses gerhananya nanti tetap akan berwarna merah kekuningan, tidak berganti menjadi warna biru. Mengutip dari halaman Space.com, kata Biru pada Blue Moon tidak merujuk pada warna. Dalam Bahasa Inggris kuno 'biru' sebelum kata benda berarti 'pengkhianat.' Disebut 'pengkhianat' karena bulan purnama seharusnya datang tiap satu bulannya, di mana Bulan terlihat besar dan berwarna putih pucat. Maka, purnama kedua dianggap 'pengkhianat'. 
Fenomena dan istilah Blue Moon ini mengacu pada munculnya bulan purnama dua kali dalam satu bulan. Seperti yang kita ketahui, bulan Januari tahun 2018 mendapat tamu bulan purnama dua kali, yakni di awal bulan (tanggal 3 Januari) dan di akhir bulan (tanggal 31). 
Nah, tiga fenomena alam yang muncul berbarengan membuat gerhana bulan total kali ini begitu istimewa. Dikutip dari laman Lapan, konfigurasi Gerhana Bulan Total-Super Moon-Blue Moon ini terakhir kalinya terjadi 152 tahun yang lalu, atau bertepatan dengan tanggal 31 Maret 1866. 



[Continue reading...]

Monday, January 29, 2018

Mengenal BPK Dalam Tugasnya Mengawal Harta Negara

- 0 komentar

bpk,badan pemeriksa keuangan,mengenal badan pemeriksa keuangan,tugas bpk,bpk kawal harta negara,sejarah bpk


“Aneh suatu negara zonder tentara”. Kutipan terkenal ini diucapkan oleh  seorang mantan perwira KNIL (tentara Belanda dari unsur pribumi), Oerip Sumoharjo sebagai reaksi terhadap keputusan Pemerintah RI membentuk BKR (Badan Keamanan Rakyat), dan bukan tentara kebangsaan. Mengutip dan memodifikasi ucapan Jenderal Oerip Sumoharjo tersebut, peran penting Badan Pengawas Keuangan (BPK) bagi negara Indonesia bisa dikatakan dalam sebuah kalimat, “Aneh suatu negara zonder Badan Pengawas Keuangan”. Jika Tentara adalah pengawal keamanan negara, maka BPK adalah pengawal harta negara.

Pentingnya peranan BPK bisa dilihat dari kedudukan BPK dalam penyelenggaraan negara Republik Indonesia. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 23E (setelah amandemen), kedudukan BPK sejajar dengan Presiden, MPR, DPR, DPD RI dan lembaga tinggi negara lainnya. 

bpk kawal harta negara,badan pemeriksa keuangan,profil bpk,kedudukan bpk,sejarah bpk,tugas bpk,mengenal badan pemeriksa keuangan dalam tugasnya mengawal harta negara
Kedudukan BPK Berdasarkan UUD 1945 (sumber: bpk.go.id)


Lalu, seperti apa wujud BPK itu?

Mengenal Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Lebih Dekat

Sejarah singkat BPK

Sebelum mengetahui seluk beluk BPK, mari kita kenali dulu sejarahnya, sebagaimana ucapan Bung Karno, “Jangan Pernah Melupakan Sejarah”. Pasal 23 ayat (5) UUD Tahun 1945 menetapkan bahwa untuk memeriksa tanggung jawab tentang Keuangan Negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan yang peraturannya ditetapkan dengan Undang-Undang. Hasil pemeriksaan itu disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Berdasarkan amanat UUD Tahun 1945 tersebut telah dikeluarkan Surat Penetapan Pemerintah No.11/OEM tanggal 28 Desember 1946 tentang pembentukan Badan Pemeriksa Keuangan, pada tanggal 1 Januari 1947 yang berkedudukan sementara dikota Magelang. Pada waktu itu Badan Pemeriksa Keuangan hanya mempunyai 9 orang pegawai dan sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan pertama adalah R. Soerasno. Untuk memulai tugasnya, Badan Pemeriksa Keuangan dengan suratnya tanggal 12 April 1947 No.94-1 telah mengumumkan kepada semua instansi di Wilayah Republik Indonesia mengenai tugas dan kewajibannya dalam memeriksa tanggung jawab tentang Keuangan Negara, untuk sementara masih menggunakan peraturan perundang-undangan yang dulu berlaku bagi pelaksanaan tugas Algemene Rekenkamer (Badan Pemeriksa Keuangan Hindia Belanda), yaitu ICW dan IAR. Karena itulah setiap tanggal 1 Januari diperingati sebagai hari ulang tahun BPK.

infografis bpk,sejarah bpk,mengenal badan pemeriksa keuangan,bpk kawal harta negara,struktur bpk,sejarah badan pemeriksa keuangan,bpk,badan pemeriksa keuangan
infografis BPK dari masa ke masa (grafis pribadi, sumber: bpk.go.id)

Tugas dan Fungsi BPK

Sesuai dengan namanya, tugas BPK sudah tentu sebagai pemeriksa keuangan negara. Peran sebagai pemeriksa ini dibagi dalam dua tugas pokok. Pertama, BPK adalah pemeriksa semua asal-usul dan besarnya penerimaan negara, dari manapun sumbernya. Kedua, BPK harus mengetahui tempat uang negara itu disimpan dan untuk apa uang negara itu digunakan.

Pertanyaannya, keuangan siapa dan apa saja yang bisa diperiksa BPK? 
Diawal tadi sudah disebutkan bahwa yang menjadi obyek pemeriksaan BPK adalah keuangan negara. Yang dimaksud keuangan negara adalah adalah semua hak dan  kewajiban  negara yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.

Dari uraian tentang keuangan negara diatas, maka kita akan tahu bahwa siapapun, atau badan apapun yang dalam hak dan kewajibannya menggunakan uang negara, sudah menjadi tugas BPK untuk memeriksanya. Pemerintah pusat dan kementeriannya, pemerintah daerah dan dinas-dinasnya, lembaga tinggi negara,hingga Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah. Mereka semua adalah obyek yang diperiksa BPK dalam pengelolaan keuangannya.

Peringkat Penilaian BPK

Dalam memberikan penilaian kualitas laporan keuangan dari sebuah lembaga, BPK memberikan parameter peringkat agar masyarakat tahu seperti apa kualitas pengelolaan anggaran negara dari lembaga bersangkutan. BPK membagi peringkat penilaian dalam empat kategori, seperti yang ditunjukkan dalam grafis dibawah ini:

infografis bpk,sejarah bpk,mengenal badan pemeriksa keuangan,bpk kawal harta negara,struktur bpk,sejarah badan pemeriksa keuangan,bpk,badan pemeriksa keuangan,peringkat penilaian bpk,opini wajar tanpa pengecualian
Peringkat penilaian BPK (grafis pribadi, sumber: bpk.go.id)


Sistem Kerja BPK

Lalu, apakah BPK hanya memeriksa laporan keuangan saja? Tentu tidak. Pemeriksaan itu penting, tapi lebih penting lagi adalah memastikan bahwa keuangan negara itu dikelola dengan baik dan benar.

Pihak-pihak yang mengelola uang Negara harus menyadari bahwa mereka tidak dapat memanfaatkan uang yang diper-cayakan rakyat tersebut secara tidak bertanggungjawab. Bila para pengelola keuangan Negara merasa bahwa tak ada pihak yang mengontrol bagaimana uang tesebut digunakan, mungkin sekali terjadi penyimpangan penggunaan uang Negara, baik dengan untuk tujuan memperkaya diri atau karena sekadar salah-urus.  

Salah satu contoh bagaimana pemeriksaan BPK terhadap pengelolaan keuangan negara bisa kamu lihat pada contoh kasus berikut ini:
Salah satu program yang sudah dianggarkan adalah menerbitkan ratusan ribu buku gratis untuk anak-anak SD di seluruh Indonesia. BPK harus memeriksa apakah pelaksanaaannya sesuai de ngan rencana atau tidak dan apakah dilaksanakan secara bertanggungjawab. BPK akan memeriksa apakah penentuan penerbit buku yang di tunjuk sebagai rekanan dilakukan secara bertanggungjawab.  Ada rangkaian pertanyaan yang harus diperiksa dan dijawab oleh BPK: Apakah kegiatan tersebut memang dilaksanakan? Apakah realisasi penggunaan anggaran sesuai dengan kontrak? Apakah ada penggelembungan biaya? Apakah biaya produksi dan distribusi berada dalam batas kewajaran? Apakah ada penyimpangan, apakah kegiatannya benar-benar dijalanan secara efek-tif atau tidak? Selain itu, BPK juga memperlajari apakah pelaporannya dilakukan dengan benar atau tidak, transparan atau tidak, dan seterusnya. Pemeriksaan bisa dilakukan setelah projek selesai namun juga bisa juga saat projek masih berjalan. Pada projek pembangunan jalan atau gedung, misalnya, dilakukan pemeriksaan terhadap, kualitas bahan bangunan dan sebagainya.

Wah, banyak sekali aspek pemeriksaan BPK ya? Iya, karena itulah kita harus mengapresiasi tugas BPK kawal harta negara. Ibaratnya nih, orang yang berniat jahat pasti akan mencari cara setiap ada kesempatan yang dia dapat sekecil apapun. Tugas BPK adalah bagaimana menutup dan mencegah jangan sampai ada celah sekecil lubang semut sekalipun dalam setiap penggunaan anggaran dan pengelolaan keuangan negara.

Transparansi Dan Akuntabilitas BPK Sebagai Bentuk Kepercayaan Amanah Rakyat

Sebagai bentuk pertanggung jawaban pemeriksaan yang sudah dilakukan, BPK selalu menyampaikannya ke publik supaya mereka tahu seperti apa kinerja BPK dan berapa nilai harta negara yang sudah diselamatkan BPK. Seperti yang bisa kamu lihat di situs resmi BPK ini.

Selama periode 2003 sampai dengan 30 Juni 2017, BPK telah melaporkan 447 temuan berindikasi pidana senilai Rp44,74 triliun kepada Kepolisian RI, Kejaksaan RI, dan KPK sebagai aparat penegak hukum. Dari jumlah temuan itu, 425 temuan senilai Rp43,22 triliun (97%) telah ditindaklanjuti.

IHPS I Tahun 2017 ini memuat ringkasan dari 687 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), yang terdiri atas 113 LHP dari pemerintah pusat, 537 LHP dari pemerintah daerah, serta 37 LHP dari BUMN dan badan lainnya.

Untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), pada IHPS I tahun 2017 opini WTP diberikan kepada 31 dari 34 pemerintah provinsi (91%), 272 dari 415 pemerintah kabupaten (66%), dan 72 dari 93 pemerintah kota (77%). Capaian tersebut telah melampaui target kinerja keuangan daerah bidang penguatan tata kelola pemerintah daerah/program peningkatan kapasitas keuangan pemerintah daerah yang ditetapkan dalam RPJMN 2015-2019.

Sementara itu, hasil pemeriksaan atas LKKL dan LKBUN Tahun 2016 menunjukkan sebanyak 73 LKKL dan 1 LKBUN memperoleh opini WTP, 8 LKKL memperoleh opini WDP, dan 6 LKKL memperoleh opini Tidak Menyatakan Pendapat (TMP)/Disclaimer Opinion.

Semua hasil laporan dan kinerja BPK bisa kamu lihat di website resmi BPK. Tak hanya itu, BPK juga merilis laporan kinerja mereka melalu berbagai media massa dan siaran pers resmi. BPK sadar, di era digital dimana masyarakat begitu mudah mengakses informasi, masalah transparansi dan akuntabilitas adalah dua hal yang harus dikedepankan. 

BPK sendiri bukanlah lembaga superbody, atau lembaga dewa yang tidak bisa disentuh siapapun. BPK berhak untuk memeriksa laporan keuangan lembaga negara lain, tapi BPK sendiri juga harus diperiksa laporan keuangan mereka. Dalam rangka membangun kredibilitas BPK, dilakukan juga pe-meriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan tahunan BPK yang dilakukan oleh akuntan publik yang ditunjuk oleh DPR atas usul BPK dan Menteri Keuangan. Disyaratkan pula bahwa akuntan publik yang dipilih tersebut dalam dua tahun terakhir tidak melakukan tugas untuk dan atas nama BPK atau memberikan jasa kepada BPK.

Standar mutu pemeriksaan BPK juga terus dikaji dan dinilai ulang yang dilakukan oleh badan pemeriksa keuangan negara lain yang menjadi anggota organisasi pemeriksa keuangan sedunia, Yang membanggakan, standar mutu pemeriksaan BPK sudah diakui dunia. Hal ini terbukti dari ditunjuknya BPK sebagai auditor atau badan pemeriksa pada Badan Energi Atom Internasional PBB (UN International Atomic Energy) untuk tahun pemeriksaan 2016-2019.

Sebagai pengawal harta negara, BPK sadar masyarakat kini semakin cerdas dan melek informasi. Mereka menghendaki terciptanya Good Governance melalui transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Masyarakat tidak ingin lagi disuguhi berita-berita pencitraan yang dimaksudkan untuk menutupi kasus-kasus penyelewengan uang negara oleh oknum-oknum aparat negara. Inilah gambaran pentingnya tugas BPK Kawal Harta Negara.


[Continue reading...]

Tuesday, January 16, 2018

Cara Monetisasi Akun YouTube Kini Lebih Ketat, Begini Syaratnya

- 0 komentar


Buat kamu yang hobby ngevlog dan ingin mendapat penghasilan dari You Tube, atau yang bercita-cita jadi youtuber, ada baiknya menyimak aturan baru Google tentang cara monetisasi you tube yang terbaru. Lebih ketat, baik secara kuantitas penonton dan pelanggan maupun secara kualitas konten video.

Memulai tahun baru 2018, Google memberikan kejutan pada pengguna internet, khususnya para pemilik akun You Tube yang ingin mendulang penghasilan dari iklan berbayar. Dalam blognya yang ditulis langsung oleh Paul Muret, VP Google untuk Display, Video & Analytics, Google mengumumkan untuk memperketat aturan monetisasi pada channel You Tube. Cara monetisasi you tube yang baru ini diberlakukan Google dalam upaya mereka untuk mendapatkan kepercayaan lebih dari para pengiklan.

Di awal kemunculan You Tube dengan program monetisasi salurannya, Google mempermudah cara pemilik akun You Tube untuk memonetisasi saluran mereka. Setiap pengguna bisa memonetisasi semua video yang mereka tayangkan, meskipun hanya mempunyai sedikit penonton. Ataupun saluran mereka hanya mempunyai sedikit pelanggan. Selama video tersebut tidak melanggar aturan umum seperti pelanggaran hak cipta atau konten yang dilarang tayang.

Cara Monetisasi Akun YouTube Yang Baru

Seiring dengan semakin banyaknya jumlah pengiklan, Google sedikit memperketat aturan monetisasi. Mulai tahun 2017, setiap saluran You Tube yang ingin dimonetisasi harus mempunyai jumlah tayang minimal sebanyak 10.000. Kebijakan ini diberlakukan agar setiap iklan bisa tertuju pada pasar yang jelas dan terpercaya. Google tidak ingin para pengiklan merasa mereka hanya membuang uang karena iklan mereka ditayangkan di saluran-saluran yang tidak jelas, atau jumlah penontonnya cuma sedikit.

Baru berjalan beberapa bulan, persyaratan bagi saluran yang berhak menayangkan iklan You Tube kian diperketat oleh Google. Kini, sebuah saluran harus mempunyai minimal 1.000 pelanggan, dan 4.000 jam waktu tontonan dalam 12 bulan terakhir. Persyaratan baru ini akan diberlakukan Google mulai tanggal 20 Februari 2018 mendatang.

Tak hanya aturan monetisasi saja, Google juga memperbarui algoritma pada Google Preferred, yaitu layanan untuk mengiklankan saluran You Tube seseorang pada sasaran penonton ideal, yakni yang berusia 18-34 tahun. Jika selama ini Google Preferred terlalu fokus menawarkan konten atau saluran terpopuler di You Tube, pada pembaruan yang baru juga akan diperiksa apakah video tersebut layak untuk ditonton atau tidak. Perubahan pada Google Preferred ini diduga muncul akibat kasus video Youtuber Paul Logan. Youtuber asal Amerika Serikat yang mempunyai 15 juta pelanggan ini dihujat netizen setelah menampilkan mayat bunuh diri di sekitar hutan Gunung Fuji, Jepang dalam vlog terbarunya.

Berat Bagi Vlogger dan YouTuber Baru

Persyaratan baru untuk monetisasi YouTube mungkin agak memberatkan bagi Vlogger atau YouTuber yang baru. Karena mereka harus menunggu waktu sampai satu tahun supaya saluran mereka bisa menayangkan iklan dan memberi penghasilan. Selain itu, mereka juga dituntut harus menampilkan video yang kreatif dan populer, serta menarik minat penonton supaya pelanggan saluran YouTube mereka bisa mencapai syarat minimal 1.000 pelanggan.


Semenjak adanya monetisasi pada saluran YouTube, banyak pengguna internet yang berlomba-lomba menampilkan kreasi video mereka untuk meraih penghasilan dari iklan. Bahkan, penghasilan seorang YouTuber kadang bisa mengalahkan penghasilan seorang artis.


[Continue reading...]

Thursday, August 31, 2017

Hakekat Qurban: Menyembelih Hawa Nafsu

- 0 komentar



Sang Guru mendatangi muridnya yang sedang memberi makan kambing untuk korban idhul adha, lalu berkata, “ Kamu kuban berapa Hari Raya Idul Adha sekarang...?”
Murid tersebut menjawab, “ Alhamdulillah tahun ini saya menyembelih empat kambing, lebih banyak dari tahun kemarin.”
“Suda berapa tahun kamu rutin berkurban dalam idul adha.” Tanya Sang Guru.
Murid tersebut menjawab, “ Alhamdulillah lima tahun ini saya bisa qurban kambing, berkat doa guru usaha semakin lancar.”
Lalu guru tersebut menimpali, “ Aneh sekali, sudah lima tahun, setiap Idul Adha berkurban, tetapi dirimu tidak berubah sama sekali, astagfirullah...?!”
Murid tersebut bertanya, “ Saya kurang faham, mohon Guru jelaskan apa maksudnya...?”
Lalu Guru berkata, “Ketika kamu berqurban dan menyembelih, apakah kamu meniatkan untuk menyembelih Nafsu kalbiyah yaitu Sifat anjing yang suka mencela dan menghina orang lain...?”
Murid tersebut menjawab, “ Tidak Guru.”
“ Berarti kamu belum berqurban.” Jawab sang guru.
Lalu Guru tersebut berkata kembali, “ Ketika kamu berqurban dan menyembelih, apakah kamu meniatkan dalam dirimu untuk menyembelih Nafsu himariyah jiwa keledai yaitu sifat yang pintar bicara tetapi tidak memiliki ilmu alias bodoh....?”
Murid tersebut menjawab, “ Tidak Guru.”
“ Berarti kamu belum berqurban.” Jawab Sang Guru.

Lalu Guru berkata, “Ketika kamu berqurban dan menyembelih, apakah kamu meniatkan untuk menyembelih Nafsu sabu'iyah: jiwa serigala yang suka menyakiti orang lain dengan fitnah dan adu domba...?”
Murid tersebut menjawab, “ Tidak Guru.”
“ Berarti kamu belum berqurban.” Jawab Sang Guru.

Lalu Guru berkata, “Ketika kamu berqurban dan menyembelih, apakah kamu meniatkan untuk menyembelih Nafsu fa'riyah yaitu jiwa tikus yang suka korupsi dan menilep uang orang lain yang diamanahkan kepada dirimu....?”
Murid tersebut menjawab, “ Tidak Guru.”
“ Berarti kamu belum berqurban.” Jawab Sang Guru.

Lalu Guru berkata, “Ketika kamu berqurban dan menyembelih, apakah kamu meniatkan untuk menyembelih Nafsu dzatis-suhumi wa hamati wal-hayati wal-aqrabi, yaitu jiwa binatang penyengat berbisa sebagai ular dan kalajengking. Senang menyindir-nyindir orang, menyakiti hati orang lain, dengki, dendam, dan semacamnya...?”
Murid tersebut menjawab, “ Tidak Guru.”
“ Berarti kamu belum berqurban.” Jawab Sang Guru.

Lalu Guru berkata, “Ketika kamu berqurban dan menyembelih, apakah kamu meniatkan untuk menyembelih Nafsu khinziriyah: sifat babi yang suka melakukan perbuatan dosa dna maksiat...?
Murid tersebut menjawab, “ Tidak Guru.”
“ Berarti kamu belum berqurban.” Jawab Sang Guru.

Lalu Guru berkata, “Ketika kamu berqurban dan menyembelih, apakah kamu meniatkan untuk menyembelih Nafsu thusiyah: nafsu Burung merak, yaitu sifat yang suka menyombongkan diri, suka pamer, berlagak-lagu, busung dada...?”
Murid tersebut menjawab, “ Tidak Guru.”
“ Berarti kamu belum berqurban.” Jawab Sang Guru.

Lalu Guru berkata, “Ketika kamu berqurban dan menyembelih, apakah kamu meniatkan untuk menyembelih Nafsu jamaliyah: nafsu unta yaitu sifat tidak mempunyai sopan santun, kasih sayang, tenggang rasa sosial, tak peduli kesusahan orang, yang penting dirinya selamat dan untung...?”
Murid tersebut menjawab, “ Tidak Guru.”
“ Berarti kamu belum berqurban.” Jawab Sang Guru.

Lalu Guru berkata, “Ketika kamu berqurban dan menyembelih, apakah kamu meniatkan untuk menyembelih Nafsu dubbiyah: jiwa beruang, biarpun kuat dan gagah, tapi akalnya dungu....?”
Murid tersebut menjawab, “ Tidak Guru.”
“ Berarti kamu belum berqurban.” Jawab Sang Guru.

Lalu Guru berkata, “Ketika kamu berqurban dan menyembelih, apakah kamu meniatkan untuk menyembelih Nafsu qirdiyah: jiwa beruk alias munyuk atau monyet (diberi ia mengejek, tak dikasih ia mencibir, sinis, dan suka melecehkan/memandang enteng...?”
Murid tersebut menjawab, “ Tidak Guru.”
“ Berarti kamu belum berqurban.” Jawab Sang Guru.

Kemudian Sang Guru berkata, “ Bangsiapa yang telah bisa “menyembelih” sifat-sifat kebinatangan di dalam dirinya, maka berarti dia telah bisa mengalahkan hawa nafsunya, maka dialah orang yang telah memahami hakekat qurban.
Jika hawa nafsunya sudah dikalahkan, maka hatinya selalu diputari dan dikelilingi oleh Dzikrullah, baik dalam kondisi duduk, berdiri, bergerak dan bekerja. Mereka itulah orang-orang yang layak di lantik di hadapan ka’bah dengan memakai baju ihram, pertanda mereka adalah orang-orang yang telah mensucikan jiwanya.”
(copas dari grup WA)

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
-Surat Al-Hajj, Ayat 37-
Selamat Idul Adha

https://cerpenislam.id/2017/09/01/hakikat-qurban-menyembelih-hawa-nafsu/
[Continue reading...]

Thursday, June 22, 2017

Idul Fitri Itu Hari Raya Makanan, Bukan Hari Kemenangan Atau Kembali Ke Fitrah!

- 0 komentar
Selama ini, orang memaknai kata Lebaran itu sama dengan Idul Fitri. Padahal jelas berbeda! Lebaran itu bisa dirayakan oleh siapa saja, baik umat muslim maupun non muslim. Coba kita tengok di sekitar kita. Bukankah banyak pula rekan, tetangga, atau bahkan saudara kita yang non muslim juga ikut merayakan lebaran? Entah itu sekedar mengucapkan Selamat Idul Fitri, saling beranjang sana, kumpul-kumpul reuni saat di awal-awal bulan Lebaran, dan perayaan “lebaran” lainnya.
Itulah penjelasan tentang makna perayaan lebaran. Sedangkan Idul Fitri, hanya bisa dirayakan dan dirasakan oleh umat muslim saja. Lebih spesifik lagi, Idul Fitri (kalau dalam versi penulisan asli bahasa arab: Iedul Fitr) hanya bisa dirasakan dan dirayakan oleh umat islam yang menjalankan puasa Ramadhan. Jadi, meski dia muslim, tapi tidak menjalankan perintah puasa Ramadhan dengan sebenarnya, dia tidak bisa merasakan Idul Fitri.
Mengapa? Hal ini terkait dengan makna asli Iedul Fitri yang selama ini sudah terbiaskan dengan pemaknaan yang berbeda. Kata ‘Ied’ (عيد) dalam Iedul Fithri sama sekali bukan kembali. Dalam bahasa Arab, Ied (عيد) berarti hari raya. Maka, setiap agama punya “Ied”, punya hari raya sendiri-sendiri. Dalam bahasa Arab, hari Natal yang dirayakan umat Nasrani disebut dengan Iedul Milad (عيد الميلاد), yang artinya hari raya kelahiran. Maksudnya kelahiran Nabi Isa alaihissalam. Mereka merayakan hari itu sebagai hari raya resmi agama mereka. Hari-hari kemerdekaan suatu negeri dalam bahasa Arab sering disebut dengan Iedul Wathan (عيد الوطن). Memang tidak harus selalu hari kemerdekaan, tetapi maksudnya itu adalah hari besar alias hari raya untuk negara tersebut.
idul fitri
Makna asli dari kata “Iedul Fitri” bahkan sesungguhnya melenceng jauh dari yang selama ini kita kenal. Bukan sebagai “Hari Kemenangan”, atau bermakna “Kembali ke Fitrah”. Tapi justru makna asli “Iedul Fitri” adalah Hari Raya Makanan! Yang mana berasal dari susunan dua kata “Ied” (عيد) yang berarti Hari Raya serta kata “Fithr” (فطر) bermakna makan atau makanan dan bukan suci ataupun keislaman. Bukan berasal dari dua kata “‘aada”(عاد) yang berarti “kembali” dan  fithrah (فطرة) yang berarti suci/islam.
Karena jika kata “Ied” diartikan “kembali”, kita tentu akan rancu dan kacau ketika memaknai pengertian “Iedul Adha”, yang menjadi “kembali ke hewan qurban. Karena makna “Iedul Adha” adalah Hari Raya Kurban.
Makna asli Iedul Fitri sebagai Hari Raya Makanan sudah pasti tepat karena di hari tersebut, tanggal 1 Syawal umat muslim diwajibkan untuk makan dan diharamkan untuk berpuasa. Dan sunnahnya, makan yang menjadi ritual itu dilakukan justru sebelum kita melaksanakan shalat Idul Fithri. Dan oleh karena itulah kita mengenal syariat memberi zakat al-fithr, yang maknanya adalah zakat dalam bentuk makanan. Tujuannya sudah jelas, agar tidak ada yang tersisa dari orang miskin yang berpuasa hari itu dengan alasan tidak punya makanan. Dengan adanya zakat al-fithr, maka semua orang bisa makan di hari itu.
Pada akhirnya, makna Iedul Fitri pun akhirnya bersinggungan dengan makna Lebaran, yakni ketika menjelang dan saat Iedul Fitri tiba, umat muslim, khususnya di Indonesia ingin merayakannya bersama keluarga. Lebaran, yang dalam terminologi bahasa berasal dari tradisi Hindu yang berarti “sudah selesai”, dimaknai sebagai “usainya masa puasa”, atau jika lebih luas lagi “usainya masa kerja selama setahun, dan akhirnya kembali ke keluarga”. Mereka yang sebelumnya ada di kota/negeri lain, berbondong-bondong pulang kampung dalam sebuah tradisi bernama “mudik” lantaran ingin merayakan Iedul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. Dan pada akhirnya pula, tak jarang orang-orang non muslim pun jadi ikut terseret dalam ritual lebaran tersebut.


sumber : https://cerpenislam.id/?p=257
[Continue reading...]

Thursday, June 15, 2017

Makna Do'a Malam Lailatul Qadr

- 0 komentar



Di antara nama-nama Allah yang indah (asma’ al-husna), ada tiga nama yang saling berdekatan maknanya, yaitu al-Ghaffar, al-Ghafur, dan al-Afuwwu.

Allah bersifat al-Ghaffar dan al-Ghafur, yang keduanya artinya mengampuni, meskipun berbeda pada penekanannya.

Allah disebut al-Ghaffar karena ia sering mengampuni kesalahan kita setiap kali kita melakukan kesalahan. Sifat ini menekankan pada kuantitas pengampunan.
Allah disebut al-Ghafur karena ia dapat memberikan pengampunan dengan pengampunan yang sempurna, sampai pada batas pengampunan yang paling tinggi. Sifat ini menekankan pada kualitas pengampunan. Dengan begitu, sifat Allah al-Ghafur lebih tinggi dari sifat al-Ghaffar.

Begitu komentar Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali rahimahullah, dalam karyanya al-Maqshad al-Asna fi Syarhi Asma’ Allah al-Husna.

Namun, menurut al-Ghazali, al-Afuwwu (pemaafan) lebih tinggi dari pengampunan (al-Ghaffar dan al-Ghafur). Menurutnya, pengampunan (al-Ghaffar dan al-Ghafur) hanya sebatas ‘menutupi’ kesalahan kita, sehingga kesalahan itu tidak menimbulkan efek negatif terhadap diri kita. Namun, pada hakikatnya, kesalahan itu tetap ada.

Makna a-Ghaffar dan al-Ghafur adalah as-sitru, yang artinya ‘menutupi’. Dengan begitu, kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan akan dibuka kembali oleh Allah di saat kita berhadapan satu-persatu di hadapan-Nya, kelak pada hari kiamat.

Sedangkan makna al-Afuwwu adalah al-mahwu wa izalat al-atsari (menghapus dan menghilangkan bekas). Persis seperti kita men-delete secara permanen file komputer kita, yang tidak bisa kita recycle bin.

Ketika Allah memaafkan kita, maka kesalahan kita itu terhapus dari buku catatan amal kita, bahkan malaikat yang mencatat pun tidak mengetahuinya. Allahu Akbar!

Pantaslah, pada bulan Ramadhan yang mulia, lebih-lebih pada sepuluh akhir, Rasulullah mengajarkan kita agar senantiasa berdoa, ‘Allahumma innaka afuwwun, tuhibbul afwa, fa’fu anna, ya karim (Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pemberi Maaf. Engkau menyukai sikap pemaaf. Maka, maafkanlah kami, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah)’.

(Copas Bang Aziem)



sumber: https://cerpenislam.id/2017/06/15/makna-doa-malam-lailatul-qadr/
[Continue reading...]
 
Copyright © . Catatan Pikiran Manusia - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger