Wednesday, October 23, 2013

Meluruskan Sejarah Persebaya

Tak bisa dipungkiri, Persebaya adalah nama besar di blantika sepakbola Indonesia. Sejarah Persebaya tak bisa dilepaskan dari sejarah PSSI sebagai induk olahraga sepakbola di Indonesia. Sebelum masa kemerdekaan, Persebaya yang dulunya bernama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB) turut membidani lahirnya PSSI bersama-sama dengan beberapa klub sepakbola yakni VIJ Jakarta(sekarang Persija Jakarta), BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), MIVB(sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM(PSIM Yogyakarta).
Namun, banyak terjadi kekeliruan terkait sejarah Persebaya itu sendiri. Pertama, jika Persebaya yang dimaksud adalah klub sepakbola pertama di Surabaya, maka seharusnya hari ini Persebaya sudah berumur 102 tahun. Jauh sebelum Paijo dan M. Pamoedji mendirikan SIVB sebagai salah satu bond sepakbola di Surabaya, ternyata di kota Pahlawan ini sudah muncul Sorabaiasche Voebal Bond (SVB), sebuahbonden sepakbola yang pemainnya adalah orang-orang Belanda yang tinggal di Surabaya yang didirikan tahun 1910. Tapi jika yang dimaksud Persebaya adalah klub sepakbola dengan pemain asli penduduk pribumi, maka tanggal kelahiran SIVB yang dijadikan patokan. Dan anggapan ini pun sepenuhnya benar. Sejarah mencatat tahun 1951 SIVB dan SVB (yang pada tahun 1943 berubah nama menjadi Persibaya) akhirnya melebur dan menyepakati tanggal 18 Juni 1927 sebagai hari lahir Persebaya.
Kedua, mengenai perhitungan berapa kali Persebaya juara kompetisi Perserikatan secara berturut-turut. Ada yang mencatat tiga kali (1950, 1951, 1952), ada juga yang beranggapan cuma dua kali (1951 dan 1952) dan tak sedikit yang menganggap Persebaya juara Perserikatan 4 kali berturut-turut (1949, 1950, 1951, 1952). Untuk meluruskan sejarah ini, harus dilihat secara bersamaan dengan sejarah PSSI itu sendiri.
Setelah dilahirkan di tahun 1930, PSSI resmi meluncurkan kompetisi perdananya di tahun 1931. Kompetisi ini diselenggarakan bersamaan dengan waktu Kongres PSSI. Kompetisi PSSI ini berjalan normal hingga tahun 1941. Karena adanya pendudukan Jepang di tanah air, kompetisi sepakbola terpaksa berhenti. Setelah masa kemerdekaan, kompetisi belum juga bisa dimulai karena pemuda-pemuda yang tergabung dalam bond sepakbola lokal tersebut harus ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan yang ingin diambil alih kembali oleh Belanda. Belanda memang berhasil mengusir Jepang, dan Indonesia berada pada masa Negara Indonesia Serikat.
Pada masa inilah, NIVU (Nederlandsch-Indische Voetbal Unie), sebuah federasi sepakbola yang dulu pernah didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda bangkit kembali. NIVU pun menyelenggarakan kompetisi ISNIS/VUVSI (Ikatan Sepakbola Negara Indonesia Serikat/Voetbal Uni Verenigde Staten van Indonesie). Pesertanya, antara lain VBO Jakarta (pesaing VIJ/Persija sebagai anggota PSSI), VBBO Bandung (pesaing Persib), VSO Semarang (pesaing PSIS), dan SVB (pesaing SIVB/Persebaya). Dalam kompetisi NIVU pasca-RI berdiri yang hanya diselenggarakan sebanyak dua kali (1949 dan 1950) itu, SVB keluar sebagai juara dua kali berturut-turut.
Setelah Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, PSSI memutar kembali roda kompetisi dengan nama Kejurnas PSSI yang dimulai tahun 1951. Dan di awal kompetisi baru inilah Persibaya berhasil menjadi juara Perserikatan dua kali berturut-turut, yakni 1951 dan 1952.
Lantas, sejarah mana yang paling benar tentang berapa kali Persebaya juara Perserikatan secara berturut-turut? Semuanya benar. Kalau ada yang menyebut 3 kali, hal ini didasarkan pada lahir kembalinya PSSI di Semarang tahun 1950. Dimana waktu itu SVB juara kompetisi NIVU, yang kemudian dilanjutkan dengan Persibaya menjuarai kompetisi PSSI 1951 dan 1952. Kalau ada yang menyebut Persebaya juara 4 kali berturut-turut, hal ini juga tidak salah. SVB menjadi juara kompetisi NIVU dua kali berturut-turut pada tahun 1949 dan 1950, dan kemudian dilanjutkan oleh Persibaya pada kompetisi resmi PSSI di tahun 1951 dan 1952. Tapi, yang paling benar adalah sesungguhnya Persebaya hanya menjadi juara Perserikatan 2 kali berturut-turut. Gelar juara SVB tidak dihitung karena SVB berkompetisi di NIVU, bukan di PSSI. Meskipun kemudian SVB melebur ke dalam Persibaya dan tanggal lahir SIVB di 18 Juni 1927 disepakati sebagai hari jadi Persebaya.
Itulah sekelumit perjalanan sejarah kebesaran sebuah klub dengan lambang ikan hiu dan buaya ini. Sebuah sejarah yang penuh warna dari salah satu klub terbesar di Indonesia. 

referensi : Novan Media Research

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © . # - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger