Monday, November 25, 2013

Berburu Pahala Ala Indonesia

Indonesia memang unik. Di negeri ini ada sekelompok orang yang berlomba memburu pahala dengan cara yang tak lazim. Mereka berebut mengambil porsi pahala sebesar mungkin yang dijanjikan, dengan mengancam, melukai, membunuh, mengusir, membakar serta menjarah harta benda sekelompok orang.

Targetnya-pun bebas, bisa anak kecil, wanita dan orang tua. Mereka seakan dihadirkan di dunia untuk menjadi alasan mengumpulkan poin pahala. Agaknya mereka yakin bahwa semakin luas area perusakan dan pembakaran, maka semakin luas pula area surga yang nanti akan diperolehnya. Semakin banyak wanita yang dijandakan serta anak yang diyatimkan, maka semakin tinggi pula tingkat relegiusitasnya.

Karena sayembara pahala inilah, maka logika diliburkan. Empati dan rasa bersalah harus dikubur dalam-dalam, nyaris secuilpun tak tampak di raut wajah mereka. Begitu kolosalnya aksi rebut pahala ini sehingga jerit tangis tertelan oleh teriakan euforia dan pekik membahana yang membawa-bawa nama tuhan.

Saking cintanya mereka dengan “kebenaran”, sehingga tak jarang rumah ibadah-pun mereka sasar. Rumah yang seharusnya menjadi tempat untuk mengagungkan Sang Pencipta, di tangan mereka berubah menjadi panggung pertunjukkan drama dari “teologi horor”.

Mengapa mereka berbuat demikian? Jawabannya hanya satu, “sesat”. Lalu apakah karena “sesat”, maka mereka diperbolehkan untuk dibantai, dan dirusak rumah ibadahnya? Apakah menjadi” sesat” adalah sebuah dosa? Apa kerugian bagi orang lain jika saya -misalnya- adalah orang yang “sesat”? Tidak bolehkah orang “sesat” hidup di negeri ini?. Tidak bolehkah orang "sesat" bermukim di bumi ini? Bukankah, jika Allah berkehendak, Allah akan meniadakan semua orang "sesat" tersebut, dan menggantinya dengan hamba-hambanya yang penurut semua? Faktanya, Allah masih membiarkan orang-orang "sesat" itu tetap bermukim di bumi-Nya.

Satu pertanyaan, jika ada segolongan pihak yang dianggap “sesat”? Maka, bantu saya, dengan pilihan kata apakah saya harus menyebut serta memanggil mereka, yang menyerang kaum "sesat" tersebut?

inspirasi : kompasiana

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © . Catatan Pikiran Manusia - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger