Wednesday, March 5, 2014

Jangan Mau Jika Anak Anda Dites Calistung Saat Akan Masuk SD

Menjelang musim penerimaan murid baru, para orang tua murid khususnya tingkat Taman Kanak-Kanak biasanya ketar-ketir karena beberapa Sekolah Dasar masih menerapkan tes Baca Tulis dan Hitung (Calistung). Karena itu, mereka tak segan-segan memberikan pelajaran tambahan yang intens pada anak mereka agar bisa menguasai calistung untuk bisa masuk SD pilihan mereka. Padahal, semenjak tahun 2010, pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Pemerintah yang melarang penggunaan tes Calistung pada penerimaan murid baru tingkat SD. 

Dalam PP no 17 tahun 2010, aturan tentang larangan penggunaan tes Calistung disebutkan dalam pasal 69 ayat 5 yang berbunyi Penerimaan peserta didik kelas 1 (satu) SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain.
Yang kemudian diperjelas lagi dalam Pasal 70 yang berbunyi :
(1) Dalam hal jumlah calon peserta didik melebihi daya tampung satuan pendidikan, maka pemilihan peserta didik pada SD/MI berdasarkan pada usia calon peserta didik dengan prioritas dari yang paling tua.
(2) Jika usia calon peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sama, maka penentuan
peserta didik didasarkan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik yang paling dekat dengan satuan pendidikan.
(3) Jika usia dan/atau jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sama, maka peserta didik yang mendaftar lebih awal diprioritaskan.

Sudah jelas bahwa tes penerimaan SD tidak berdasarkan kemampuan calistung, tapi kenapa masih ada sekolah yang mengadakan tes yang justru memberatkan anak. Otomatis siswa TK dituntut untuk dapat menguasai calistung yang sebenarnya belum tepat diberikan bagi usia tersebut. Pelajaran membaca, menulis dan berhitung diselipkan ke dalam permainan yang menyenangkan dan tidak dijadikan beban kepada anak. Usia tersebut memang usia bermain dan bersosialisasi bagi anak, bukan memberikan makanan yang tidak sesuai dengan perkembangan anak tersebut.

Tes masuk sekolah pada dasarnya diberikan untuk mengetahui tingkat kematangan dan potensi yang dimiliki calon siswa. Dengan mengetahui tingkat kematangan anak akan membantu menentukan kesiapannya secara mental dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Dan dengan mengetahui potensi yang dimiliki anak dapat membantu pihak sekolah untuk mengembangkan kemampuan yang ia miliki, mendukung kelebihan serta menyikapi kekurangan yang ada dalam diri anak dengan tepat. Sehingga tes masuk untuk anak yang akan masuk SD idealnya adalah tes yang lebih menitikberatkan pada penggambaran kemampuan atau potensi anak.

Sayangnya, masih banyak orang tua murid yang belum paham sepenuhnya peraturan pemerintah tersebut, sehingga ketika ada sekolah yang masih menerapkan tes Calistung, mereka hanya mampu mengiyakan saja. Begitu pula dari pemerintah, yang masih belum ada kejelasan tentang sanksi atau peringatan terhadap sekolah yang menerapkan tes Calistung dalam penerimaan murid tingkat SD, membuat peraturan pemerintah ini seakan menjadi sebuah tong kosong. 

Kita berhadap adanya kerja sama antara orang tua, guru dan pemerintah agar terlaksananya pendidikan yang sesuai dengan perkembangan anak. Tentunya kita tidak saling menyalahkan, namun bersama berbenah agar terciptanya pendidikan yang lebih baik. Biarkan anak berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki mereka.

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © . # - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger