Tuesday, January 5, 2016

Kisah Nabi Musa Dan Wanita Mandul

Dikisahkan pada zaman dahulu ada seorang wanita datang kepada Nabi Musa, wanita ini berkata ”Wahai Nabi Musa, aku sudah lama menikah tapi aku tak kunjung dikaruniai anak, aku ingin sekali dikaruniai seorang anak. Tolong sampaikan keinginanku ini kepada Allah melalui doa mu”.

Nabi Musa pun mengiyakan keinginan wanita ini. Setelah wanita ini pergi pulang ke rumahnya, Nabi Musa berdoa kepada Allah “Ya Allah hari ini ada wanita yang datang kepada ku, dia mengharapkan dikaruniakan seorang anak oleh-Mu”.
Setelah itu Allah menjawab doa Nabi Musa “Wahai Musa, Aku telak mentakdirkan wanita itu menjadi wanita yang mandul. Wanita itu tidak akan bisa mempunyai seorang anak yang dilahirkan dari rahimnya”.

Nabi Musa pun mengerti jawaban doanya dari Allah. Setelah beberapa hari wanita itu datang kembali kepada Nabi Musa untuk yang kedua kali “Wahai Nabi Allah, apakah telah kamu sampaikan keinginanku untuk memiliki seorang anak yang terlahir dari rahimku kepada Allah?”
Nabi Musa menjawab “Sudah aku sampaikan keinginanmu kepada Allah tetapi Allah telah menakdirkan kamu menjadi wanita yang mandul, tidak bisa memiliki keturunan”.

Wanita ini pun menjawab “sampaikan sekali lagi keinginanku kepada Allah”...
Nabi Musa sekali lagi mengiyakannya tetapi lagi-lagi Nabi Musa mendapatkan jawaban yang sama dari Allah bahwa wanita ini sudah ditakdirkan mandul atau tidak bisa memiliki keturunan.

Setelah beberapa lama wanita ini tidak kunjung datang menemui Nabi Musa, hingga pada suatu hari wanita ini datang kembali menemui Nabi Musa sambil menggendong seorang anak. “Anak siapakah itu ?”, tanya Nabi Musa heran. “Ini anakku”, jawab wanita itu.

Setelah itu Nabi Musa bertanya kepada Allah “Ya Allah bagaimana bisa wanita ini memiliki seorang anak yang terlahir dari rahimnya sementara engkau telah mentakdirkannya menjadi wanita yang mandul?”

Allah-pun menjawab pertanyaan Nabi Musa “Wahai Musa, hamba-Ku ini tidak henti-hentinya berdoa kepadaku dengan memanggilku Maha Pengasih...Maha Pengasih.....
Dia berdoa, lalu Ku tentukan dia mandul. Kemudian dia berdoa lagi, lalu Ku tentukan mandul. Kemudian dia berdoa lagi dan lagi sambil menyebut Maha Pengasih...Maha Pengasih. Maka aku kabulkan doanya, karena Kasih Sayang Ku melebihi Ketentuan Ku......

MasyaAllah, semoga kisah diatas bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua, bahwa jangan pernah berputus asa berdo'a kepada Allah, karena Kasih Sayang Allah itu MELEBIHI Ketentuan (Takdir) Allah itu sendiri....

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © . # - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger