Monday, January 11, 2016

Mewaspadai Ajaran Sinkretisme Islam Oleh GAFATAR



Beberapa hari belakangan, pengguna media ramai membicarakan sebuah organisasi bernama GAFATAR, singkatan dari Gerakan Fajar Nusantara. Ramainya pembicaraan tentang Gafatar bermula dari hilangnya Dokter Rica Trihandayani dan anak balitanya, Zafran Alif Wicaksono. Dokter Rica menghilang bersama anaknya dan hanya meninggalkan sepucuk surat bahwa ia ingin berjuang di jalan Allah.

Misteri hilangnya dr. Rica akhirnya terkuak, saat polisi menemukan keberadaan dokter Rica di Kalimantan Tengah.  Ternyata dokter Rica berada di Kalimantan Tengah itu untuk bergabung dengan sebuah organisasi bernama GAFATAR.

Seperti apa sebenarnya GAFATAR itu?
GAFATAR (Gerakan Fajar Nusantara) dideklarasikan pada tanggal 21 Januari 2011,yang diketuai oleh Mahful M Tumanurung. Gerakan ini diduga merupakan kelanjutan dari sebuah aliran kepercayaan yang dipimpin Ahmad Musaddeq. Pada akhir 2006, Musaddeq membawa gerakan Al-Qiyadah al-Islamiyah yang akhirnya diputuskan oleh MUI sebagai aliran sesat karena karena menyimpang dari ajaran Islam dan melakukan sinkretisme agama.

Al-Qiyadah al-Islamiyah adalah sebuah aliran kepercayaan di Indonesia yang melakukan sinkretisme ajaran dari Al-Qur'an, Al-Kitab Injil dan Yahudi, juga wahyu yang diakui turun kepada pemimpinnya. Aliran ini didirikan dan dipimpin oleh Ahmad Moshaddeq/Musaddeq/Musadek alias Abdussalam yang juga menyatakan diri sebagai nabi atau mesias. Dikatakan wahyu yang diterima Musaddeq bukan berupa kitab tapi pemahaman yang benar dan aplikatif mengenai ayat-ayat Al-Quran yang menurut pendapat Mushaddeq telah disimpangkan sepanjang sejarah. Gerakan ini sempat disorot secara besar-besaran pada akhir tahun 2006 yang kemudian mengakibatkan keluarnya stempel sesat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 4 Oktober 2007, setelah menjalani penelitian secara subyektif selama 3 bulan karena menyimpang dari ajaran Islam dan melakukan sinkretisme agama.
Meski pernah menyatakan diri bertobat Musaddeq hingga kini dianggap masih menyebarkan ajarannya dengan menggunakan nama lain diantaranya Milah Abraham dan Gafatar yang masih aktif di beberapa wilayah Indonesia.

Lantas, di mana letak kesesatan ajaran GAFATAR?
Meski mengaku islam, anggota Gafatar ternyata mencampur adukkan (SINKRETISME) ajaran islam dengan ajaran agama-agama lainnya. Ajaran Gafatar mengkaji 5 kitab suci bukan hanya Alquran, termasuk Injil, Taurat dan Zabur. Mereka menarik benang merah dari semua kitab itu, dan menemukan akan adanya juru selamat yang nantinya menolong manusia di akhir zaman. Sehingga mereka tak lagi membedakan setiap agama.

Seperti yang diakui oleh ketua DPD Gafatar Sultra, Andi Ardian. Mereka meyakini adanya penolong di akhir zaman, karena ada kitab yang menyatakan hal tersebut.
"Kami agama Islam, kami akui ada juru selamat karena manusia telah kotor dari bawah hingga atas," katanya.

Dalam ajaran Gafatar, ibadah ritual yang diwajibkan dalam Islam seperti sholat, puasa zakat dan haji tidak lagi berguna jika 7 sistem (penulis masih menelusuri seperti apa 7 sistem Gafatar) belum dilaksanakan di Indonesia. Para anggota Gafatar juga DIMINTA untuk TIDAK PERCAYA pada hadist Rasulullah s.a.w. bahkan didoktrin bahwa Nabi Muhammad adalah keturunan dari Fir'aun (Naudzubillah). Tak ketinggalan juga anggota Gafatar diwajibkan mempercayai bahwa Ahmad Moshadeq adalah seorang Nabi dan penerima wahyu!

Setiap anggota baru GAFATAR juga diharuskan mengucapkan janji/sumpah setia, yang berbunyi:

Atas Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Saya Berjanji
1. Saya menyatakan janji ini kepada Allah disaksikan oleh penyampai risalah Allah yang bertanggung jawab (Ulangan 29:9-13)

2. Saya menyatakan janji ini secara sadar dan sungguh-sungguh ikhlas tiada paksaan dari siapapun juga (1 Petrus 5:1-3)

3. Saya menyatakan iman kepada Allah dan Rasul-Nya serta meninggalkan segala bentuk pengabdian selain kepada Allah dan sanggup mengemban tugas sebagai penyampai risalah Allah untuk mengajak manusia menegakkan jalan kebenaran di bumi allah (Yohanes 15:1-17, Matius 10:5-8, Matius 12:17-21)

4. Saya tidak akan mencuri, tidak akan berzinah, tidak akan membunuh, tidak akan berdusta dan tidak akan berbuat durhaka terhadap ajaran Allah. (Keluaran 20:1-17)

5. Saya siap menerima bimbingan dari penyampai firman Allah yang menjadi Pembina saya. (Kisah Para Rasul 8:30-31)

6. Kiranya Allah membenarkan janji yang saya nyatakan ini, serta membimbing saya menjadi ummat yang diberkati-Nya (Matius 9:35-38)

7. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Allam, Allah Abraham. (Matius 22:32, Kejadian 13:14, Kejadian 17:1-8, 15-21, Matius 3:9-10).


Lantas, mengapa GAFATAR tidak banyak diketahui masyarakat sebagai ajaran sesat? Tak lain karena GAFATAR kini berakulturasi menjadi sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas). Dilihat dari program-programnya sebagai ormas, harus diakui banyak kegiatan yang bermanfaat. Tak jarang mereka juga kerap melakukan program kerja sosial seperti donor darah, pemberian bantuan bencana serta program pemberian keterampilan bagi anak-anak muda. Tapi, sebenarnya itu semua hanya sekedar KEDOK untuk mendapat pengakuan dari masyarakat dan menghilangkan jati diri sebagai sebuah ajaran sesat.

Ajaran GAFATAR kini makin banyak menyasar anak-anak muda. Sebuah hal yang lumrah bagi semua ajaran sesat. Mengapa? Selain karena faktor IMAN yang masih belum kuat, juga lantaran ada embel-embel KEMUDAHAN dalam menjalankan ritual wajib agamanya. Jika ada anak muda islam yang imannya masih belum kuat didoktrin bahwa ritual wajib seperti puasa, sholat, zakat dan haji itu tidak berguna serta tidak diwajibkan lagi, siapa yang bakal tidak tertarik?

Memang, semakin mendekati akhir zaman, akan banyak bermunculan ajaran-ajaran berkedok ISLAM, namun sesungguhnya malah menyesatkan dan menyimpang. Mereka membawa nama ISLAM, tapi sebenarnya mencampuradukkan ajaran ISLAM yang HAQ dengan sebuah KESESATAN.


sumber 1
sumber 2



0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © . Catatan Pikiran Manusia - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger