Thursday, June 15, 2017

Makna Do'a Malam Lailatul Qadr




Di antara nama-nama Allah yang indah (asma’ al-husna), ada tiga nama yang saling berdekatan maknanya, yaitu al-Ghaffar, al-Ghafur, dan al-Afuwwu.

Allah bersifat al-Ghaffar dan al-Ghafur, yang keduanya artinya mengampuni, meskipun berbeda pada penekanannya.

Allah disebut al-Ghaffar karena ia sering mengampuni kesalahan kita setiap kali kita melakukan kesalahan. Sifat ini menekankan pada kuantitas pengampunan.
Allah disebut al-Ghafur karena ia dapat memberikan pengampunan dengan pengampunan yang sempurna, sampai pada batas pengampunan yang paling tinggi. Sifat ini menekankan pada kualitas pengampunan. Dengan begitu, sifat Allah al-Ghafur lebih tinggi dari sifat al-Ghaffar.

Begitu komentar Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali rahimahullah, dalam karyanya al-Maqshad al-Asna fi Syarhi Asma’ Allah al-Husna.

Namun, menurut al-Ghazali, al-Afuwwu (pemaafan) lebih tinggi dari pengampunan (al-Ghaffar dan al-Ghafur). Menurutnya, pengampunan (al-Ghaffar dan al-Ghafur) hanya sebatas ‘menutupi’ kesalahan kita, sehingga kesalahan itu tidak menimbulkan efek negatif terhadap diri kita. Namun, pada hakikatnya, kesalahan itu tetap ada.

Makna a-Ghaffar dan al-Ghafur adalah as-sitru, yang artinya ‘menutupi’. Dengan begitu, kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan akan dibuka kembali oleh Allah di saat kita berhadapan satu-persatu di hadapan-Nya, kelak pada hari kiamat.

Sedangkan makna al-Afuwwu adalah al-mahwu wa izalat al-atsari (menghapus dan menghilangkan bekas). Persis seperti kita men-delete secara permanen file komputer kita, yang tidak bisa kita recycle bin.

Ketika Allah memaafkan kita, maka kesalahan kita itu terhapus dari buku catatan amal kita, bahkan malaikat yang mencatat pun tidak mengetahuinya. Allahu Akbar!

Pantaslah, pada bulan Ramadhan yang mulia, lebih-lebih pada sepuluh akhir, Rasulullah mengajarkan kita agar senantiasa berdoa, ‘Allahumma innaka afuwwun, tuhibbul afwa, fa’fu anna, ya karim (Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pemberi Maaf. Engkau menyukai sikap pemaaf. Maka, maafkanlah kami, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah)’.

(Copas Bang Aziem)



sumber: https://cerpenislam.id/2017/06/15/makna-doa-malam-lailatul-qadr/

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © . # - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger