Monday, November 4, 2013

1 Muharram Bukan Untuk Memperingati Hijrahnya Rasullullah

Sampai sekarang, masih banyak terjadi kesalahan persepsi terkait peringatan tahun baru Hijriah. Tanggal 1 Muharram, yang diperingati sebagai awal tahun baru Hijriah, selalu dikaitkan dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad, dari Makkah ke Madinah. Padahal ini salah besar. 

Tahun Hijriah memang ditetapkan menurut awal peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah. Tapi, tanggal 1 Muharram sendiri bukanlah tanggal dimana peristiwa hijrah itu terjadi. Peristiwa hijrahnya Rasullullah, bersama sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a, menurut banyak riwayat terjadi di bulan Rabiul Awwal, yaitu di tanggal 12. Sebagian riwayat lain mengatakan peristiwa hijrahnya Nabi terjadi di bulan Sya'ban.

باب هجرة رسول الله صلى الله عليه وسلم بنفسه الكريمة من مكة إلى المدينة ومعه أبو بكر الصديق رضي الله عنه وذلك أول التاريخ الاسلامي كما اتفق عليه الصحابة في الدولة العمرية كما بيناه في سيرة عمر رضي الله عنه وعنهم أجمعين. قال البخاري: حدثنا مطر بن الفضل، ثنا روح، ثنا هشام ، ثنا عكرمة عن ابن عباس.قال: بعث النبي صلى الله عليه وسلم لاربعين سنة، فمكث فيها  ثلاث عشرة يوحى إليه، ثم أمر بالهجرة فهاجر عشر سنين، ومات وهو ابن ثلاث وستين سنة. وقد
كانت هجرته عليه السلام في شهر ربيع الاول سنة ثلاث عشرة من بعثته عليه السلام وذلك في يوم الاثنين كما رواه الامام أحمد عن ابن عباس أنه قال: ولد نبيكم يوم الاثنين، وخرج من مكة يوم الاثنين، ونبئ يوم الاثنين، ودخل المدينة يوم الاثنين، وتوفي يوم الاثنين

Bab Tentang Hijrahnya Rasulullah SAW hanya diri beliau yang mulia, dari Makkah menuju Madinah : “ dan bersama beliau ikut serta Abu Bakar As Siddiq RA, kejadian itu merupakan permulaan penanggalan Islam, sebagaimana kesepakatan para sahabat atas hal itu pada masa daulah Umariyah, sebagaimana yang akan kami jelaskan dalam sejarah hidup Umar RA wa anhum ajma’inAl Bukhari berkata : telah menceritakan kepadaku Mathar bin Al Fadhli, telah menceritakan kepadaku rauh, telah menceritakan kepadaku Hisyam, telah menceritakan kepadaku ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas RA, beliau berkata : Nabi SAW diutus Umur 40 tahun, beliau menetap di Makkah selama 13 Tahun menerima wahyu, kemudian beliau diperintahkan berhijrah, lalu hijrah selama 10 tahun, dan beliau wafat dalam keadaan anak berumur 63 tahun. Hijrah Beliau AS benar-benar terjadi pada bulan Rabi’ul Awwal tahun ke-13 dari diutusnya beliau AS, dan itu terjadi pada hari Senin, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Abbas RA, bahwa sesungguhnya beliau berkata : Nabi Kalian SAW dilahirkan pada hari Senin, keluar dari Makkah pada hari Senin, Memberitakan kenabian pada hari Senin, masuk Madinah Hari Senin dan Beliau wafat pada hari Senin. “  (Al Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir, Juz 3, hal.215)

Penggunaan sistem perhitungan Islam belum dilakukan di masa Rasulullah SAW masih hidup. Juga tidak dilakukan di masa khalifah pertama, Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. Secara singkat sejarah digunakannya sistem perhitungan tahun Islam bermula sejak kejadian di masa Umar bin Al-Khattab ra. Salah satu riwayat menyebutkan yaitu ketika khalifah mendapat surat balasan yang mengkritik bahwa suratnya terdahulu dikirim tanpa angka tahun. Beliau lalu bermusyawarah dengan para shahabat dan singkat kata, mereka pun berijma untuk menjadikan momentum tahun di mana terjadi peristiwa hijrah nabi sebagai awal mula perhitungan tahun dalam Islam.

Sedangkan sistem kalender qamariyah berdasarkan peredaran bulan konon sudah dikenal oleh bangsa Arab sejak lama. Demikian juga nama-nama bulannya serta jumlahnya yang 12 bulan dalam setahun. Bahkan mereka sudah menggunakan bulan Muharram sebagai bulan pertama dan Zulhijjah sebagai bulan ke-12 sebelum masa kenabian.

Sehingga yang dijadikan titik acuan tahun Hijriah hanyalah tahun dimana terjadi peristiwa hijrah Nabi SAW. Bukan bulan dimana peristiwa hijrahnya terjadi. 

Penting untuk dicatat disini adalah pilihan para shahabat menjadikan peristiwa hijrah nabi sebagai titik tolak awal perhitungan kalender Islam. Mengapa bukan berdasarkan tahun kelahiran Nabi SAW? Mengapa bukan berdasarkan tahun beliau diangkat menjadi Nabi? Mengapa bukan berdasarkan tahun Al-Quran turun pertama kali? Mengapa bukan berdasarkan tahun terjadinya perang Badar? Mengapa bukan berdasarkan tahun terjadinya pembebasan kota Mekkah? Mengapa bukan berdasarkan tahun terjadinya haji Wada (perpisahan) dan mengapa bukan berdasarkan tahun meninggalnya Rasulullah SAW?

Jawabannya adalah karena peristiwa hijrah itu menjadi momentum di mana umat Islam secara resmi menjadi sebuah badan hukum yang berdaulat, diakui keberadaannya secara hukum international. Sejak peristiwa hijrah itulah umat Islam punya sistem undang-undang formal, punya pemerintahan resmi dan punya jati diri sebagai sebuah negara yang berdaulat. Sejak itu hukum Islam tegak dan legitimate, bukan aturan liar tanpa dasar hukum. Dan sejak itulah hukum qishash dan hudud seperti memotong tangan pencuri, merajam/mencambuk pezina, menyalib pembuat huru-hara dan sebagainya mulai berlaku. Dan sejak itulah umat Islam bisa duduk sejajar dengan negara/kerajaan lain dalam percaturan dunia international.

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © . Catatan Pikiran Manusia - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger