Sunday, November 24, 2013

Menjawab Fitnah Gus Dur Mengganti Assalamualaikum Dengan Selamat Pagi

Terlahir dengan nama Abdurrahman Ad-Dakhil, sosok pria yang merupakan cucu dari pendiri NU, Hasyim Asy’ari, ini memang benar-benar sesuai dengan namanya (Ad-Dakhil). Ad-Dakhil sendiri bisa berarti “sang pendobrak” atau “sang penakluk”.
Sepak terjangnya mendobrak kejumudan berpikir umat muslim di Indonesia. Entah karena pemikirannya yang terlalu maju atau ucapannya sering dipelintir oleh media, wacana-wacana Gus Dur kerap menjadi perbincangan dan kehebohan di kalangan umat.

Jangankan orang luar pagar NU, orang dalam pagar-pun sering dibuat pening oleh Tingkah polah dan berbagai wacana Gus Dur. Sehingga tak terlalu berlebihan bila pengamat politik, Fachri Ali, pernah berujar bahwa Gus Dur itu bak “orang asing di tengah NU”.
Salah satu wacana yang paling kontroversial, dan juga paling sering diputar ulang, entah untuk diperbincangkan secara ilmiah atau sekedar untuk memojokkan tokoh yang memiliki garis keturunan “darah biru NU” itu, ialah wacananya mengganti ucapan salam dalam Islam (Assalamualaikum) dengan “selamat pagi”.

Lalu benarkah Gus Dur pernah mengucapkan wacana tersebut?. Untuk menjawabnya saya akan mengutip keterangan dari artikel Ahmad Tohari berjudul “Kulo Ndherek Gus”. Ahmad Tohari sendiri adalah redaktur senior di Majalah Amanah. Majalah yang pertama kali memuat berita perihal tersebut. Berikut kutipannya:

Adalah Edy Yumaedi almarhum. Suatu siang, pada 1987, wartawan majalah Amanah itu bergegas masuk ke ruang redaksi di Jalan Kramat VI Jakarta. Dengan wajah gembira dia meminta beberapa redaktur, di antaranya saya, mendengar laporannya. Dia baru selesai mewawancarai Gus Dur. Topik wawancaranya adalah pluralitas internal umat Islam Indonesia.
Rekaman wawancara-pun diputra. Intinya Gus Dur mengatakan, kemajemukan di dalam masyarakat muslim di Indonesia sudah menjadi kenyataan sejak berabad lalu……Namun, ujar Gus Dur, kemajemukan itu harus tetap terikat di dalam ukhuwah Islamiyyah atau persaudaraan Islam.

Gus Dur tidak suka terhadap istilah Islam KTP atau Islam abangan, baginya, semua orang yang sudah bersyahadat dan berkelakuan baik, ya muslim. Mereka yang bertamu masih memberi salam dengan ucapan “kulo nuwun”, “punteun” atau selamat pagi, ya muslim karena syahadatnya.
“Kalau begitu Gus, ucapan Assalamu’alaikum bisa diganti dengan selamat pagi?”, tanya Edy Yumaedi.
“Ya bagaimana kalau petani atau orang-orang lugu itu bisanya bilang “kulo nuwun”, punteun atau selamat pagi? Mereka kan belum terbiasa mengucapkan kalimat dalam bahasa arab kayak kamu?”.

Itulah inti pendapat Gus Dur dalam wawancara dengan Edy Yumaedi. Edy mengusulkan agar wawancara itu dimuat dalam majalah Amanah edisi depan dengan penekanan bahwa Gus Dur menganjurkan mengganti Assalamu’alaikum dengan “selamat pagi”. Alasannya cukup konyol. Menurut Edy, majalah Amanah yang kala itu baru berumur satu tahun, harus membuat gebrakan dalam rangka menarik perhatian pasar.

“Kan nanti Gus Dur akan membantah. Dan bantahan itu kita muat pada edisi berikut. Nah, jadi malah ramai kan? Ini cuma taktik pasar kok,” Edy ngotot.
Singkat kata dalam artikel Ahmad Tohari itu digelarlah rapat pemimpin redaksi. Ada yang pro dan juga ada yang kontra. Celakanya yang pro lebih banyak. Akhirnya terbitlah majalah Amanah edisi Assalamu’alaikum tersebut, yang kemudian menjadi polemik dan kontroversi di kalangan umat.

Dengan membaca artikel yang berisikan pernyataan dari Ahmad Tohari di atas, maka tak ditemukan satu-pun kalimat Gus Dur langsung mengenai penggantian Assalamu’alaikum dengan selamat pagi. Namun, api telah terlanjur merembet sehingga membakar hangus suatu bangunan.

Berawal dari majalah Amanah-lah polemik itu kemudian bergulir dan dikutip oleh media lainnya. Lebih celakanya lagi, hingga Beliau wafat (Gus Dur) kontroversi mengenai “selamat pagi” itu terus menyertai Gus Dur. Bahkan melebar hingga kepada bahwa Gus Dur ingin mengganti shalat dengan ucapan selamat.

sumber : kompasiana

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © . Catatan Pikiran Manusia - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger