Monday, December 16, 2013

Lambang Negara Indonesia Ternyata Berasal Dari Koin Uang Asing

Pada tanggal 11 Agustus 1999, Turiman membuktikan kebenaran Sultan Syarif Muhammad Alkadrie atau lebih dikenal dengan sebutan Sultan Hamid II dari Kesultanan Pontianak sebagai pencipta lambang Negara Burung Garuda dalam tesis S-2 di Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Indonesia yang berjudul Sejarah Hukum Lambang Negara Republik Indonesia, Suatu Analisis Yuridis tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Perundang-undangan. Sultan Hamid II dikenal cerdas dan sekaligus sebagai orang Indonesia pertama yang menempuh pendidikan AkademiMiliter Belanda (KMA) di Breda Belanda dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal saat menjadi ajudan Ratu Juliana.
Dalam mencari ide untuk membuat lambang Negara, Sultan Hamid II mendapat inspirasi dengan meminjam lambang burung Garuda yang menjadi lambang kerajaan Sintang pada tahun 1948 yang dibawa ke Pontianak. Menurut Gusti Djamadin, Lambang kerajaan Sintang sendiri, kini masih tersimpan di Istana Al Muqqaromah Sintang. Ada berupa patung yang memang sama dengan lambang Negara kita saat ini. Patung-patung itu sendiri menurut Gusti Djamadin dibuat oleh seorang putra Dayak yaitu Sutha Manggala di masa kerajaan Sultan Abdurrahman. Patung tersebut disyahkan sebagai lambang kerajaan Sintang tahun 1887 (Sumber : Kalimantan-news.com).
Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara yang bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang Negara untuk dipilih dan diajukan kepada Pemerintah. Dalam pelaksanaannya terpilih dua rancangan lambang Negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M.Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Sedangkan karya M.Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari yang menampakkan pengaruh Jepang. Setelah dilakukan penyempurnaan – penyempurnaan oleh Sultan Hamid II, Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang Negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara. Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang Negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara.
Selain adanya pengaruh dari lambang Kerajaan Sintang, bentuk perubahan lambang Garuda lebih banyak terinspirasi dari lambang Kerajaan Samudera Pasai. Menurut Ibrahim Qamarius dosen Universitas Malikussaleh Aceh Utara, lambang itu dilukis oleh Teuku Raja Muluk Attahashi, keturunan dari panglima Turki Utsmani yang ke Aceh ketika Sultan Iskandar Muda menghadapi Portugis, pimpinan dari Panglima Tujuh Syarif Attahashi. Gambar dimaksud sebagaimana dibawah ini :
13871037982072740424
Sumber : www.beritasatu.com
Ibrahim menjelaskan, walaupun lambang Indonesia mirip dengan Kerajaan Samudera Pasai belum bisa dipastikan Indonesia meniru dari Samudera Pasai.
Persoalannya, seberapa besar pengaruh lambang kerajaan Sintang dalam menginspirasi pembuatan lambang Garuda oleh Sultan Hamid II ?
Menurut penulis, pengaruhnya sangat besar namun tidak seberapa banyak. Selain pengaruh-pengaruh diatas, inspirasi pembuatan lambang Negara oleh Sultan Hamid II termasuk diantaranya Muhammad Yamin juga Soekarno lebih banyak terinspirasi dari koin mata uang Negara asing sebagaimana gambar-gambar berikut dibawah ini:
13871039121056776981
13871039751507576199
1387104019463491797
1387104049276388346
13871040801617748747
1387104116641388933
1387104158992705051
Hipotesa penulis, adanya pengaruh latarbelakang pendidikan para tokoh tersebut, juga adanya pengaruh situasi global pada waktu itu, yaitu perang dunia II, pengaruh Amerika Serikat dalam konferensi Meja Bundar, Komunis di Uni Soviet , kemerdekaan India merupakan penyebab didapatkannya inspirasi dari koin mata uang asing dengan tingkat pengaruh terbanyak dalam proses pembuatan lambang Negara.Intinya, adakah fakta tersembunyi dibalik keterangan sejarah yang ditutupi melalui ungkapan lukisan dinding arca dalam wujud garuda Wisnu atas nama pandangan hidup bangsa? Apakah para Pahlawan pada waktu itu teramat sungkan untuk membicarakannya? Wallahu’alam. Tampaknya penelitian tentang asal mula Pancasila sebagai lambang Negara tidak berakhir pada diakuinya Sultan Hamid II sebagai pencipta lambang negara Indonesia.

sumber : Kompasiana

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © . Catatan Pikiran Manusia - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger