Tuesday, January 21, 2014

Kisah Dua Pengemis


Syahdan, ada dua pengemis yang datang pada seseorang. Pengemis yang satu sangat bersih perawakannya, ramah serta menyayangi tuan rumah, tetapi yang lainnya menjijikan.
Sang tuan rumah berkata pada pelayannya, “cepat berikan sekerat roti kepada lelaki menjijikan itu hingga dia pergi dari rumah kita secepat mungkin.” Dan untuk pengemis satunya, katakan kepadanya bahwa roti kita belum dibakar dan dia mesti menunggu sampai roti itu siap.”

Kisah di atas disampaikan oleh ulama sufi besar, Jalaludin Rumi, dan anda dapat temui kisahnya dalam kitab “Fihi Ma Fihi” pada hikmah kesepuluh.

Sejatinya Rumi sedang menyidir kita. Kita yang selama ini selalu tergesa dalam berdoa. Kita yang selama ini bergembira takkala dikabulkan, tetapi bermuram durja saat tak dikabulkan.
Rumi ingin menyindir kita, agar kita jangan terburu bahagia takkala permintaan kita diwujudkan oleh Tuhan, sebab jangan2 anda-lah pengemis buruk di mata Sang Tuan Rumah, yaitu Tuhan. Sebaliknya, bagi kita yang belum diwujudkan permintaannya, diharap sabar, sebab, seperti kata Rumi, roti bagi anda telah disipakan, dan anda adalah pengemis yang bersih serta mencintai Sang Tuan Rumah.

Jadi terserah kita apakah ingin menjadi pengemis yang baik atau yang buruk. Silahkan anda menilai diri anda sendiri, sejauh mana kiranya anda telah berbaik sangka kepada Tuhan?.

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © . Catatan Pikiran Manusia - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger