Saturday, January 11, 2014

Mengenal Posisi Pemain Sepakbola Yang Masih Asing Di Telinga


Dalam dunia sepak bola, taktik menjadi elemen penting bagi sebuah tim untuk meraih kemenangan dalam sebuah pertandingan. Selama ini kita mengenal, istilah seperti striker, midfielder, defenderdan goalkeeper, sebagai istilah untuk menunjukkan posisi pemain dalam sebuah formasi tim sepkabola. Namun, selain istilah-istilah umum tersebut, sebenarnya ada istilah untuk beberapa posisi pemain yang masih asing di telingan kita, dan keberadaannya pun semakin langka.

1. Sweeper Keeper.

Overall, tugasnya sama seperti kiper biasa. Tetapi dalam pengaplikasian di lapangan, kiper dengan posisi seperti ini cenderung agak menyerang. Dia akan berani lebih kedepan, mencoba keluar dari zona area kiper bila ada bola lawan yang berhasil lolos dari zona pertahanannya dan ia akan langsung menyapu bola tersebut. Tidak asal sapu, tetapi dia akan lebih mencoba melakukan umpan panjang kedepan, sehingga tim-nya dapat langsung melakukan counter attack. Tetapi posisi seperti ini agak riskan, sebab sedikit saja blunder. sedikit saja dia lamban menghalau bola, akan fatal akibatnya. Dan selain itu dia juga harus pintar membaca permainan dimana harus keluar sarang . Contohnya adalah Hugo lloris , Victor Valdes dan Manuel Neuer. Dan tentu saja kiper legendaris dan fenomenal asal Kolombia, Rene Higuita.

2. Libero
Tugasnya hampir sama dengan defender biasa, Hanya saja seorang Libero diberikan kewenangan lebih ketika menguasai bola. Ketika bertahan, dia akan berada di belakang 2 central defender layaknya seorang sweeper, Tetapi ketika menyerang, dia akan diberi tugas untuk dapat memberikan umpan-umpan kedepan, terutama kepada para gelandang. Untuk itu tidak hanya tehnik mendasar bertahan, seorang libero dituntut untuk dapat memiliki passing serta umpan-umpan panjang yang akurat. Dengan tugas yang ‘sedikit’ menyerang seperti ini, Libero harus ditemani oleh 2 central defender yang dapat menutupi celah pertahanan ketika dia ikut membantu penyerangan.

3. Regista
Guardiola pernah berkata, "Sekarang kebanyakan gelandang tengah sekadar berfungsi sebagai gelandang bertahan, karakter seperti saya kian jarang," kata Guardiola. "Saat ini di Italia hanya ada satu, Pirlo di Juventus." Sebaliknya, Pirlo mengaku, "Di peran ini, Guardiola adalah panutan, untuk visinya, ketenangannya, dan kemampuan mengumpannya."

Guardiola dan Pirlo bukan sekadar volante atau rudder-sebutan orang-orang berbahasa Spanyol dan Portugis untuk gelandang tengah bertipe bertahan. Kedua istilah itu bermakna sama, yaitu penyeimbang roda atau alat kemudi. Tapi mereka berdua juga bukan sekadar assistidores (pemberi umpan) atau enganche (pengait). Mereka gabungan semuanya.

Sedangkan penjelasanya yaitu pemain yang bertugas sebagai otak dalam sebuah tim dalam menyerang dan bertahan, namun posisinya ada di depan dua bek tengah. Contohnya adalah Andrea Pirlo, Michael Carrick.

4. Carilleros

Disebut juga shuttlers, dua pemain terluar dalam formasi diamond dan berada diantara playmaker dan holding midfielder. Contohnya adalah Ramires.

5. Trequarista

Trequartista berarti 'tiga perempat', maksudnya adalah posisi seorang pemain yang berada di tiga perempat lapangan jika diukur dari garis gawangnya. Posisi ini awalnya dikembangkan Magic Magyars, tim legendaris Hungaria pada pertengahan era 1950-an. Trequartista bukan seorang penyerang dan juga bukan seorang gelandang, ia adalah keduanya. Posisi bakunya adalah Attacking Midfielder atau Second Striker. Dia kadang berperan untuk membantu membuka celah dengan passing seperti seorang Playmaker, dribling dan pergerakan tanpa bola seperti Deep Lying Forward ataupun datang dari second line seperti Inside Forward. Bahkan ia mempunyai kemampuan finishing sebaik seorang Target Man. Dia bergerak bebas baik di lini tengah maupun di lini depan. Trequartista tidak menjemput bola, dia terlihat seperti menjemput bola karena dia menunggu tepat di tiga perempat lapangan, dan memang dia akan lebih banyak beroperasi di situ (persis seperti artinya secara harfiah). Salah satu perbedaan mencolok seorang trequartista dengan pemain lainnya adalah ia biasanya tidak menahan bola untuk menunggu rekan-rekannya, dan yang lebih mencolok lagi dia sama sekali tidak ditugaskan untuk mengejar bola apalagi bertahan. Karena perannya yang sangat vital di berbagai aspek menyerang, maka saat bertahan dia seakan 'diistirahatkan'. Secara teknik, pastinya seorang trequartista haruslah pemain yang mempunyai bakat secara alamiah dalam mengolah bola dan visi juga kecerdasan yang tinggi dalam menghadapi situasi dalam pertandingan. Contoh pemain jenis ini dapat banyak ditemukan di Liga Italia seperti Antonio Cassano, Riccardo Kaka (ketika di AC Milan), Alessandro Del Piero, dan salah satu yang disebut sebagai trequartista murni dan salah satu yang terbaik yaitu Francessco Totti.

6. Defensive Winger

Walau bukan seorang pemain sayap murni, baik Rafa Benitez maupun Alex Ferguson sering mempercayakan sisi sayap kiri atau kanan lapangan pada kedua pesepakbola ini. Karena daya tahannya secara aktif dalam menahan laju serangan lawan [defensive-ability], maka pemain-pemain yang mengambil peran seperti Dirk Kuyt dan Park Ji Sung ini sering disebut sebagai defensive winger.
Saat ditempatkan di sisi lapangan, kedua pemain ini lebih sering berlari ke arah gawang timnya sendiri dibandingkan meneror kiper tim lawan. Jika Robben menyihir penonton dengan golnya dari tepian kotak penalti, peran sebaliknya dilakoni oleh  Kuyt saat membela Liverpool, dan Ji Sung sewaktu berbaju Manchester United, yang justru lebih sering membuat penonton berteriak dengan larinya mengejar pemain depan lawan kemudian merebut bola dengan tekel.

7. Prima Punta

Seorang striker yang memiliki tugas hanya untuk mencetak gol, namun tidak memiliki kualitas teknik yang baik, selain untuk mecetak gol. Contohnya adalah Luca Toni.

8. Poacher

Poacher adalah salah satu role yang semakin langka untuk bisa ditemukan dalam level atas sepakbola modern. Kenyataanya, sepakbola modern kini lebih ‘menghargai’ penyerang yang tidak hanya bisa mencetak gol saja tetapi bisa juga membantu rekan gelandangnya, kreatif dan terus bergerak demi menciptakan ruang bagi rekan-rekannya. Sedangkan poacher hanya bisa melakukan sedikit dari tugas-tugas diatas.Tugas seorang poacher memang ‘hanya’ berkeliaran di sekitar kotak penalti lawan, menciptakan sedikit ruang bagi dirinya sendiri saat menyambut umpan terobosan atau umpan silang demi mencetak gol. Seorang poacher yang bagus bisa mencetak 30 gol lebih semusimnya, tetapi seluruh tim harus mau ‘berkorban’ untuknya. Poacher juga selalu membutuhkan partner penyerang, jika tidak maka ia akan ‘kesepian’ di depan sendirian. Rekan gelandangnya harus banyak mensuplai bola ke kotak penalti untuk menciptakan peluang gol baginya. Seorang poacher harus ‘berdarah dingin’, tajam luar biasa saat di depan gawang, punya pergerakan tanpa bola yang brilian dan sangat konsisten. Dan contoh pemainya adalah Javier Hernandez , Filipo Inzaghi dan Dimitar Berbatov.



0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © . Catatan Pikiran Manusia - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger