Wednesday, January 15, 2014

Allah Sang Maha Sutradara (Inspirasi Dari Kisah Hidup Putri Herlina & Reza Hilyard Somantri)

http://saptuari.blogspot.com/2013/10/tuhan-maha-sutradara.html
Jika anda menjadi cowok yang dikaruniai wajah ganteng, fisik yang sempurna, serta kekayaan materi yang berlebih dan darah keturunan yang berbobot, tentulah anda akan mengharapkan untuk mendapatkan jodoh yang sepadan. Gadis berwajah cantik, fisik yang sempurna pula, dan dari keluarga baik-baik. Itu sudah sangat biasa. Yang luar biasa adalah jika ada laki-laki seperti itu, kemudian dengan rela dan penuh cinta kasih menikahi seorang gadis cacat, tanpa kedua tangan. Dan laki-laki luar biasa itu adalah Reza Hilyard Somantri, putra mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Maman Husein Somantri. Sungguh, kekaguman yang luar biasa dan tulus patut kita haturkan pada pemuda yang satu ini, beserta keluarganya.
Terlahir dari keluarga yang sangat mapan, tentunya banyak yang mengira keluarga Bapak Maman Husein Somantri akan mengharapkan putranya tersebut mendapatkan jodoh yang sepadan. Namun, siapa yang menyangka jika kemudian sang putra lebih memilih melabuhkan hatinya pada seorang gadis cacat dari sebuah panti asuhan! Inilah bukti kebesarang Tuhan, Sang Maha Sutradara.

Kisah percintaan dan pernikahan bak kisah di negeri dongeng ini diwartakan dengan sangat baiknya oleh mas Saptuari Sugiharto dalam blognya JADI MANUSIA APA ADANYA. Dialah yang menemukan Putri Herlina di Panti Asuhan Yayasan Sayap Ibu dan mengangkat kisahnya, hingga kemudian oleh Tuhan Sang Maha Sutradara dipertemukan dengan laki-laki luar biasa tersebut, Reza Hilyard Somantri.

Dalam pengantar cerita di blognya, mas Saptuari menuliskan sebuah pengantar "“sesuatu yang kau anggap baik belum tentu baik di depan Tuhan, juga sesuatu yang kau anggap buruk belum tentu buruk di depan-Nya. Karena Dialah sutradara terhebat sesungguhnya..”

Dan kata pengantar mas Saptuari itu kemudian dikejawantahkan dalam sebuah kisah nyata yang mengharukan, serta penuh inspirasi. (untuk membaca kisah lengkap Putri Herlina, silahkan meluncur ke blog mas Saptuari yang saya sertakan dalam link diatas).

Bagi saya, kekaguman yang paling besar patut ditujukan pada sosok Reza Hilyard Somantri, keluarga besarnya serta tentu saja pada Putri Herlina itu sendiri. Jiwa besar dan keikhlasan Putri Herlina menerima diri apa adanya ditunjukkannya ketika ditanya mas Saptuari perihal cacat tubuhnya,
“kamu kalo lagi jalan keluar malu gak Put dilihat orang-orang?”
“kadang risih sih mas dilihatin, tapi gimana lagi emang kondisiku begini. Allah pasti memberikan kelebihan untukku dibalik kekuranganku. Dulu waktu aku masih jaga di Panti 1 di Gejayan,  kalo aku mau pulang ke Panti 2 di Kalasan aku naik bis trans Jogja, cuek aja jalan sendiri, pas di bus ngambil ongkos ya aku buka tasku pakai kaki, pada ngeliatin gakpapa, yang penting aku tunjukin kalo aku bisa..”

Lihatlah, betapa Reza Hilyard Somantri, putra petinggi Bank Indonesia itu mau menerima Putri Herlina apa adanya. Semenjak membaca kisah Putri di blog mas Saptuari, Reza (yang dengan kehendak Tuhan hatinya digerakkan untuk menyukai Putri Herlina), dengan penuh rendah hati mau menerima Putri Herlina apa adanya. Meski putra seorang yang kaya raya dan berpengaruh, Reza tak pernah menampilkan kekayaan materinya ketika dia mulai rutin datang ke panti asuhan tempat tinggal Putri. Sikapnya pun penuh andhap asor dan sangat menghargai wanita khususnya Putri sendiri yang mempunyai cacat fisik. 

Lihatlah pula betapa agung dan luas hati keluarga besar Bapak Maman Husein Somantri, ketika akad nikah antara putranya dengan Putri Herlina berlangsung di sebuah gedung mewah. Mas Saptuari melukiskan suasana itu dengan begitu indah dan ketika membacanya pun, tak terasa hati ini ikut larut dalam keharuan.....



"Ruangan di Balai Sinta itu penuh haru, ketika Reza Somantri dengan tegas mengucapkan ikrarnya, menerima Putri Herlina secara sah menjadi istrinya.
Banjir airmata dari para tamu yang hadir, ibunda Reza tak henti-henti mengusap matanya, tamu yang hadir, seorang bapak di sudut dengan sapu tangan di wajahnya. Tak terkecuali kameramen dan fotografer dengan mata berkaca-kaca yang mengabadikan moment itu dengan penuh takjub tak berkesudahan.

Hari ini Allah membuktikan janjinya, derajat seseorang yang lahir di dunia dengan segala keterbatasan dan kekurangan diangkat tinggi di depan manusia lainnya. Kisahnya menginspirasi banyak orang yang lahir dengan sempurna, dengan limpahan harta dan kasih sayang orang tuanya.

Ketika prosesi sungkeman, ibunda Reza memeluk anaknya begitu lama, dengan terbata-bata seperti tak berkesudahan, menjadi pemandangan yang sangat mengharukan, seperti berkata:
“wahai anakku, engkaulah lelaki itu.. engkaulah yang dipilih Allah untuk menemani wanita luar biasa ini. Engkaulah yang Allah percaya duduk, berdiri, berjalan disampingnya selamanya. Jadikan ini sebagai ibadahmu, pahala tak berkesudahan hingga akhir hayatmu..”
ketika aku memotret ini, suara isak tangis ibu-ibu disamping kanan kiriku tak terhenti......"

Ya Rabb, betapa agung dan indah nian kata-kata sang Ibunda. Sungguh, kata-kata sang Ibunda tersebut mampu membuktikan, bahwa Engkaulah sesungguhnya Sang Maha Sutradara. Bagi-Mu, sangat mudah membolak-balikan hati seseorang, melunakkan hati sekeras apapun, jika Engkau sudah berkehendak.. Kun Fa Yakun begitu mudahnya skenario cantik dan indah terjadi di depan mata.
Apapun kondisinya…
Apapun halangannya…
Akan sangat mudah bagiNya...

Akhir kata, tulisan penutup dari mas Saptuari sungguh tepat untuk menggambarkan kisah yang sangat indah ini.


Allah yang Maha Penyayang seperti mengirim sebuah pesan lewat kisah ini, jangan pernah berputus asa pada rahmat-Nya. Dialah yang berkuasa atas segalanya, Dialah sang Maha Pengatur hidup seluruh umatnya.. Dia sang Maha Sutradara..

Bagi yang nyaris putus asa, disakiti orang yang dicintai, itulah bukti rahmat Allah padamu, Dia mengirim pesan bawah orang itu bukan yang terbaik untukmu. Allah yang akan mengirimkan penggantinya.. seseorang yang jauh lebih baik untukmu. Jemputlah dan dekatkan dengan doa yang tak pernah putus, ibadah yang tak pernah lalai.. dekati terus Allah yang Maha Mengatur..

Bagi yang sudah menikah belum dikaruniai anak, teruslah berdoa tiada putus. Dialah sang pemilik pabrik anak keturunan, bukan dokter kandungan. Allah lah yang mengatur kehadiran anak-anak manusia lewat waktu terbaik yang ditentukannya. Tiap keluarga punya takdir sendiri, waktu terbaik Allah yang tahu dan memiliki..

Bagi yang punya masalah tak berkesudahan, coba interopeksi.. jangan-jangan engkau punya masalah dengan Dia Pemilik Kemudahan. Sholat sering bolong, atau gak pernah tepat waktu, durhaka pada orang tua, gak mau sedekah. Berubahlah, agar Allah yang akan datang membereskan masalahmu dari jalan yang tidak disangka-sangka. Ketika engkau punya masalah, selama yang kau cari solusi maka akan capek sendiri. Carilah Allah yang Maha Pemilik Solusi, dekati dia, maka dia akan hadirkan solusi-solusi dari masalahmu..

Dialah Sang Maha Sutradara, yang mengatur setiap pertemuan manusia menjadi sebuah hikmah yang luar biasa. 

Masihkah kita tidak percaya? Bahwa Dialah sang Maha Sutradara yang selama ini kita lupakan...





0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © . Catatan Pikiran Manusia - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger